Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas Pada Dini Hari

35

Pada hari Senin, 18 Februari 2019 dini hari, gunung merapi kembali meluncurkan awan panasnya sebanyak lima kali pada pagi hari. Menurut informasi dari Balai Penelitian Pengembangan Teknologi Gunung Api dan Bencana Geologi (BPPTKG) di Yogyakarta, hasil pengamatan elektroniknya menunjukkan bahwa guguran awan panas mencapai jarak 1.000 meter dari puncak gunung merapi menuju kea rah kali Gendol.

Menurut Humaida, selaku kepala Balai Penelitian Pengembangan Teknologi Gunung Api dan Bencana Geologi (BPPTKG) di Yogyakarta, sudah terjadi guguran awan panas sebanyak 5 kali di gunung merapi. Sudah dijelaskan bahwa jarak luncur dari awan panas tersebut paling jauh adalah 1 kilometer. Sementara guguran awan panasnya mengarah ke kali Gendol.

Guguran awan panas dan lava panas ini berpotensi menimbulkan hujan abu. Untuk itu warga sekitaran lereng gunung merapi dan kali Gendol diharapkan tetap tenang dan tetap mengantisipasi akibat yang ditimbulkan dari abu vulkanik.

Guguran awan panas ini terjadi sebanyak 5 kali di beberapa waktu pada pukul 06:13, 06:24, 06:25 dan pada pukul 06:28 WIB. Jarak luncur awan panas tersebut maksimumnya adalah 1 kilometer yang tetap mengarah ke kali Gendol.

Balai Penelitian Pengembangan Teknologi Gunung Api dan Bencana Geologi (BPPTKG) di Yogyakarta memperingatkan masyarakat melalui media sosial yang menyebutkan bahwa guguran awan panas ini berpotensi menimbulkan adanya hujan abu.

Akun media sosial twitter dari Balai Penelitian Pengembangan Teknologi Gunung Api dan Bencana Geologi (BPPTKG) di Yogyakarta, menyebutkan bahwa telah terjadi guguran awan panas di gunung merapi pada pukul 07:32 WIB dengan jarak luncur 200 meter kea rah kali Gendol dan dengan tinggi asap sekitar 400 meter.

Meski demikian, warga sekitar kali Gendol dan sekitar lereng gunung merapi tetap diminta untuk tenang dan selalu mengantisipasi adanya gangguan akibat abu vulkanik.

Awan panas yang berguguran ini dapat disaksikan menggunakan mata secara langsung dari berbagai arah, khususnya kota Yogyakarta hingga klaten. Guguran awan panas dan abu vulkanik ini menuruni lereng dari daerah tenggara kubah lava di puncak gunung merapi.

Berdasarkan dari data seismik, sudah terekam ada 31 kali gempa dari guguran awan panas tersebut dengan durasi 12-92 detik. Dari hasil pantauan CCTV yang ada. Guguran awan panas ini sebanyak 3 kali mengarah kali Gendol dengan jarak luncur sekitar 700-900 meter.

Hingga saat ini gunung merapi masih saja membatasi empat kabupaten yang statusnya masih ditetapkan dengan level II atau dengan artian waspada. Status waspada ini masih bertahan sejak statusnya dinaikkan pada mei 2018 lalu.

Balai Penelitian Pengembangan Teknologi Gunung Api dan Bencana Geologi (BPPTKG) di Yogyakarta tidak merekomendasikan adanya kegiatan pendakian gunung merapi untuk sementara waktu kecuali untuk kepentingan penyelidikan ataupun penelitian terkait dengan upaya mitigasi dari bencana gunung merapi.