Gunung Bromo Erupsi, Penjagaan Radius Aman Semakin Diperketat

24

Gunung Bromo mengalami erupsi sejak kemarin (Rabu, 21 Maret 2019). Dan sampai saat ini gunung bromo terus saja menyemburkan abu dan asap. Meski demikian, erupsi yang terjadi di gunung bromo ini tidak menyurutkan antusias warga dan wisatawan untuk tetap mengunjungi kawasan kaki gunung bromo.

Erupsi gunung bromo ini bukan membuat warga dan wisatawan panik melainkan menjadi magnet bagi wisatawan baik wisatawan lokal maupun mancanegara untuk mengunjungi gunung bromo. Namun, untuk saat ini petugas gabungan Dinas Pariwisata beserta TNI dan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) semakin memperketat penjagaan di radius aman.

Penjagaan memang sudah berlangsung dalam beberapa hari terakhir. Namun, seiring meningkatnya intensitas semburan abu dari kawah bromo, maka penjagaan ketat pun dilakukan. Kini baik warga maupun wisatawan tidak diizinkan memasuki gunung bromo pada radius 1 km dari kawah bromo.

Meski demikian, sebagian warga Hindu masih bisa sembahyang ke pura lantaran tempat ibadah tersebut masih berada di radius aman.

Meski saat ini gunung bromo hanya menyemburkan abu dan asap yang mengandung silica, namun tetap harus mewaspadai adanya semburan material seperti kerikil. Gunung bromo dilakukan penjagaan ketat hingga gunung bromo kembali tenang.

Menurut data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), per kamis, 21 Maret 2019 pukul 06.00 tinggi asap dari kawah gunung bromo mencapai angka 600-1000 meter. Sementara asap kawahnya bertekanan lemah, sedang hingga tekanan kuat. hasil pengamatan berwarna kelabu, cokelat dan hitam dengan intensitas tipis, intensitas sedang, hingga intensitas tebal.

Menurut hasil pengamatan sudah ada 2 kali letusan gunung bromo, pertama dengan amplitude 25 mm selama 15 detik. Dengan kegempaan, tremor menerus amplitude 0,5 – 20 mm, dengan dominan 2 mm.

Sampai saat ini status gunung bromo masih berada di level II yang artinya waspada. Untuk itu diadakannya penjagaan ketat dengan jarak aman radius 1 km dan bibir kawah.

Meski sudah dilakukan penjagaan ketat, ternyata masih saja ada yang nekat untuk mendekati kawah gunung bromo yang tengah menyemburkan abu vulkanik dengan cara memanfaatkan petugas ketika lengah dalam berjaga.

Menurut Sarmin selaku kepala seksi wilayah 1 Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), ada dua wisatawan asing yang menerobos penjagaan. Wisatawan asing tersebut berjumlah dua orang. Mereka mencoba mendaki melalui gunung batok yang jaraknya begitu dekat dengan gunung bromo. Tentu wilayah ini memasuki radius tidak aman.

Mengetahui hal tersebut petugas yang berjaga segera menghampiri dan memberikan arahan agar segera keluar dari radius satu kilometer dari bibir kawah gunung bromo. Betapa pentingnya mematuhi aturan yang berlaku, hal ini bertujuan demi keselamatan bersama.