Gugatan Wajib Nyala Lampu Sepeda Motor Siang Hari

32

Jakarta, 13 Januari 2020 AISI (Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia) memberikan tanggapan ataupun respon atas gugatan yang dilakukan oleh dua mahasiswa terkait adanya aturan lampu sepeda motor wajib dinyalakan saat siang hari. Anggota yang tergabung dalam asosiasi ini diantaranya produsen dari Kawasaki, produsen Honda, produsen  Suzuki, Yamaha, TVS khawatir terhadap kesalahpahaman.

Hari Budiarto selaku sekretaris dari Jenderal AISI menyebutkan bahwa aturan ini sesuai yang tercantum dalam Undang-Undang 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dalam Pasal 107 ayat 2. Peraturan ini sebenarnya memiliki tujuan baik sebagai salah satu langkah untuk mengurangi kecelakaan yang terjadi di jalan raya.

Berdasarkan aturan ini, berbagai produsen sepeda motor yang ada di Indonesia  selanjutnya merancang lampu utama tanpa dilengkapi tombol off/on yang disebut dengan Automatic Headlight On (AHO). Sehingga cahaya lampu akan menyala secara otomatis saat mesin dihidupkan.

Hari Budiarto melanjutkan bahwa pada siang hari lampu ini akan terus menyala, ini juga bertujuan agar pengemudi kendaraan yang lain sadar akan keberadaan sepeda motor terutama saat melintas bersama mobil atau truk, dimana ukuran sepeda motor lebih kecil dari mobil dan truk.

Cahaya lampu ini pun berfungsi jika ada pengendara yang ingin menyalip mobil ataupun truk dan juga jika ingin menyalip antara sesama pengendara sepeda motor. Hari Budiarto juga berharap agar masyarakat tidak salah kaprah dalam memahami hal ini. Seperti kasus dua mahasiswa yang berasal dari Universitas Kristen Indonesia, mereka mengajukan materi tentang aturan lampu motor yang wajib dinyalakan saat siang hari ke Mahkamah Konstitusi tidak salah kaprah.

Menurut pemaparan kedua mahasiswa tersebut bahwa Presiden RI  Joko Widodo, pernah diketahui tidak menghidupkan lampu saat berkendara, tetapi Jokowi tidak ditilang dan tidak disalahkan. Bagi Hari Budiarto sendiri, seharusnya hal ini tak perlu dipermasalahkan, sebab perjalanan yang dilakukan oleh presiden tidak sama dengan yang dilakukan oleh masyarakat. Sebab ketika presiden melintas, maka sudah dikawal oleh pengawal sehingga keamanan dan keselamatan sangat terjaga.

Pemohon mengatakan bahwa ada yang janggal dengan digunakan kata “wajib menyalakan lampu utama saat siang hari” dalam pasal 107 ayat dua sedangkan biasanya proses tilang dilakukan di pagi hari. Sehingga pemohon yang tak lain adalah kedua mahasiswa yang telah disebutkan di atas meminta agar kata pada siang hari diganti menjadi sepanjang hari. Penggantian dari kata sepanjang hari ini akan membuat peraturan semakin jelas untuk ditaati oleh masyarakat.