Grup Posyandu Depok di Ciater Diakibatkan oleh Rem Blong

23

Depok 19 Januari 2020 Kecelakaan bus pariwisata PO Purnamasari telah merenggut nyawa 8 orang usai terguling di turunan jalan raya Bandung-Subang. Tepatnya di Desa Palasari Kecamatan Ciater. Bus yang berisi rombongan kader Posyandu yang berasal dari Depok itu diduga hilang kendali karena rem blong.

Dari seluruh korban yang meninggal itu, sebanyak 7 korban di antaranya adalah perempuan. Sedangkan satu laki-laki yang ikut menjadi korban meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut adalah sopir bus pariwisata PO Purnamasari. Kecelakaan ini disebabkan oleh gangguan teknis pada bus yang dikemudikan.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Komisaris Besar Saptono Erlangga, pada hari ini, Minggu (19/1), menyatakan bahwa sopir bus ikut meninggal dunia. Sedangkan jumlah korban yang meninggal 8 orang, luka berat sebanyak 10 orang dan luka ringan sebanyak 20 orang.

Kecelakaan bus yang terguling tersebut terjadi pada kemarin, Sabtu (18/1) pukul 17.15 WIB. Bus pariwisata bernomor polisi E 7508 tersebut tiba-tiba oleng di turunan Palasari, dari arah Bandung. Akibat dari bus yang tidak terkendali tersebut sangat fatal dan mengakibatkan kecelakaan yang berujung pada jatuhnya korban jiwa.

Bus pariwisata PO Purnamasari tersebut dilaporkan sedang membawa penumpang dari tempat wisata Tangkuban Perahu untuk pulang ke daerah Depok. Pihak kepolisian menduga bus tersebut bus pariwisata tersebut mengalami rem blong.

Bus diketahui datang dari arah Bandung menuju ke arah Subang. Pada waktu melalui jalan menurun, kendaraan melaju tak terkendali saat melewati jalan menikung kiri melaju lurus keluar dari badan jalan. Sehingga hal tersebut mengakibatkan bus terguling miring kanan tepatnya di bahu jalan sebelah kanan jalan dari arah jalan Bandung – Subang.

Para korbang yang meninggal dunia dan mengalami luka berat sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Ciereng Subang. Sedangkan para korban luka ringan dibawa ke Puskesmas Palasari dan Jalan Cagak. Selebihnya lainnya dirawat di Rumah Sakit Universitas Indonesia (UI).

RSUI merawat 33 korban yang selamat dari kecelakaan bus tersebut. Korban selamat tersebut akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Direksi dan Staf RSUI ikut berduka atas terjadinya musibah kecelakaan bus tersebut.

8 orang yang meninggal dunia akibat adari kecelakaan bus tersebut adalah para kader Posyandu di daerah Bojong Pondok Terong Cipayung. Wali kota Depok, Mohammad Idris juga mengucapkan duka yang mendalam atas peristiwa tersebut.

Walikota Depok juga ikut melaksanakan shalat jenazah untuk para korban. Pemerintah Depok langsung turun tangan dengan mengirimkan 9 mobil jenazah dan 15 ambulans untuk membantu membawa jenazah dan korban luka-luka lainnya.