Google ‘Potong’ Akses Huawei ke Android, Dampak dari Perang Dagang China-AS?

57
Google potong akses Huawei ke Android

Senin, 20 Mei 2019 dampak buruk dari perang dagang China-AS sepertinya harus diterima oleh berbagai perusahaan asal China, tak terkecuali perusahaan smart phone Huawei. Pasalnya, baru-baru ini dikabarkan bahwa Google memutus akses pabrik ponsel pintar Huawei dari akses untuk pembaruan sistem operasi Android yang dikembangkannya. Sistem operasi Android hanya bisa digunakan pada ponsel Huawei dengan versi publik.

Ancaman ini tentunya sama sekali tidak menguntungkan bagi Perusahaan Huawei. Saat ditanya oleh BBC, Huawei sama sekali tidak membuka suara untu berkomentar. Berdasarkan informasi yang disampaikan BBC, saat ini Huawei masih bisa menerapkan sistem operasi yang bersifat open source untuk smartphone yang dibuatnya. Google masih mendiskusikan masalah ini untuk menentukan layanan apa yang akan diblokir dari Huawei.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump telah memasukkan Huawei kedalam daftar entitas untuk memblokir penjualan hingga teknologinya ke AS. Ini tentu akan berdampak besar bagi kestabilan perusahaan Huawei.

“Hingga ada pernyataan dari Google, masih sulit untuk berspekulasi tentang konsekuensinya” ujar Ben Wood, konsultan CCS insight.

Bahkan pemerintahan di seluruh dunia telah sepakat untuk memblokir perusahaan telekomunikasi menggunakan perangkat Huawei, alasannya karena menyangkut keamanan AS. Trump menganggap China bisa menggunakan perangkat dari Huawei untuk memata-matai negaranya tersebut. Ini bisa dibilang cara Trump yang cukup kejam untuk menghancurkan perusahaan China tersebut, namun dengan adanya ancaman ini rupanya tidak mengendorkan niat Huawei untuk memproduksi smartphone buatan mereka.

Saat ini, Huawei berupaya untuk mengembangkan App Gallery ciptaan mereka dan asset software lainnya. Ini dilakukan Huawei untuk menjaga bisnis mereka tetap berjalan dan produknya tetap diminati. Diketahui, ponsel pintar luncuran Huawei telah menggunakan prossesor buatan mereka dan akan menyiapkan sistem operasi buatan mereka sendiri.

Produsen chipset asal AS seperti Intel, Qualcom dan Broadcom nampaknya saat ini juga mengikuti langkah raksasa dunia untuk memblokir Huawei menggunakan chipset mereka. Selama ini, produk yang dibuat oleh Huawei hampir keseluruhan menggunakan tekhnologi dari AS (Amerika Serikat). Kewenangan inilah yang kemudian dimanfaatkan Trump memblokir seluruh layanan Google untuk Huawei.

Dilansir dari CNBC Internasional, Huawei harus memiliki lisensi agar bisa membeli perangkat yang dihasilkan oleh perusahaan AS. Disamping itu, ini juga akan membunuh ambisi Huawei untuk mengalahkan Samsung yang merupakan produsen smart phone terpopuler hingga beberapa tahun mendatang.