Gempa Terjadi di Ambon dan Peringatan Dini dari BMKG tentang Gelombang Tinggi dan Hujan Petir

20
Gempa Terjadi di Ambon dan Peringatan Dini dari BMKG tentang Gelombang Tinggi dan Hujan Petir

Gempa bumi berkekuatan 3,2 Magnitudo terjadi di Kota Ambon pada hari Sabtu, 7 September 2019 pukul 01.39 WIT. Guncangan gempa bumi tersebut cukup terasa oleh warga sehingga banyak warga yang berhamburan dan panic dan mereka pun keluar rumah. Menurut, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Ambongempa bumi tersebut terletak di koordinat 3.71 Lintang Selatan dan 128.14 Bujur Timur, tepatnya terletak di lauk 3 km Barat Ambon dengan kedalaman 10 km.

Sunardi, Kepala Stasiun Geofisika BMKG Ambon, mengatakan bahwa dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi tersebut termasuk gempa bumi dangkal karena aktivitas sesar lokal.

Gempa di Ambon tersebut berada pada skala II MMI. Di daerah tersebut gempa tersebut banyak dirasakan banyak orang. Hal itu tentunya membuat banyak warga maerasakan getaran gempa.sampai saat ini, belum ada laporan dampak dari gempa tersebut. Dirinya pun menghimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.

Ada baiknya bagi masyarakat untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa. Masyarakat juga harus memeriksa dan memastikan tempat tinggal mereka ada atau tidaknya kerusakan yang membahayakan kestabilan pada bangunan – bangunan tersebut.

Menurut Andi Azhar, Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Ambon, magnitude gempa tersebut relative kecil. Namun getaran gempa sangat terasa karena sangat dekat dengan kota Ambon dan sangat dangkal. Andi mengatakan gempa sangat terasa bagi warga karena lokasi kejadian gempa berjarak 3 km dari Ambon serta kedalaman dangkal 10 km.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan dini di sejumlah provinsi di Indonesia. peringatan dini tersebut disampaikan di situs resmi BMKG. Sabtu, 7 September 2019 terdapat empat provinsi yang berpotensi gelombang tinggi. Di lain itu, ada satu provinsi yang berpotensi hujan petir dan angin kencang.

Semuanya ada Sembilan provinsi yang mendapat peringatan dini. Provinsi lainnya berpotensi angin kencang dan kebakaran hutan atau lahan. Berikut ini daftar peringatan BMKG untuk hari Sabtu, 7 September 2019

Wilayah yang Berpotensi Petir dan Angin Kencang

1. Kalimantan Utara tepatnya di daerah Lumbis, Malinau, Lumbis ogong, Malinau Selatan Hilir, Malinau Selatan Hulu, Peso, Sembakung Atulai, Sesayap, Sungai Boh, Tulin Onsoi, Tana Tidung.

Wilayah berpotensi angin kencang

Daerah yang yang berpotensi akan datangnya angin kencang yaitu di daerah Banten tepatnya di Kab. Pandeglang bagian Selatan dan Kab. Lebak bagian Selatan.

Wilayah berpotensi gelombang tinggi :

Wilayah yang berpotensi gelombang tinggi yaitu di pulau dewata yaitu pulau Bali (gelombang mencapai 2 meter atau lebih) tepatnya di Selat Bali, Selat Badung, Selat Lombok, dan Samudera Hindia Selatan Bali

Sedangkan untuk wilayah jawa kemungkinan terjadi gelombang tinggi yaitu daerah Banten tepatnya di wilayah Perairan Selatan Banten, Selat Sunda bagian Selatan, Samudera Hindia Selatan Banten.

Selanjutnya Bengkulu yang berpotensi gelombang tinggi yaitu di daerah Perairan Bengkulu-Enggano (gel. 0.5 s/d 3.0 meter) dan Samudera Hindia Barat Bengkulu (gel. 3.0 s/d 3.5 meter). Kalimantan Tengah juga memiliki potensi terjadinya gelombang tinggi.

Sedangkan untuk Wilayah berpotensi kebakaran hutan atau lahan adalah Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan (Kotabaru, Tanah Laut, Banjar, Banjarbaru, Barito Kuala, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Tabalong, dan sekitarnya), Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan.

Sumber:tribunnews.com