Gempa Beruntun di Ambon Bikin Warga Panik Berhamburan

14

Hari Rabu, 9 Oktober 2019 pagi telah terjadi dua kali gempa secara beruntun di Ambon. Dua gempa beruntun ini tepatnya terjadi pada 10.29 Waktu Indonesia Timur dan membuat semua orang yang beraktivitas dalam ruangan di pulau ini berhamburan keluar ke tempat terbuka.

Alasan mereka berhamburan keluar tak lain adalah untuk menyelamatkan diri supaya tidak kejatuhan gedung yang ambruk atau terkena benda-benda lain baik saat dan pasca gempa terjadi. Pasalnya, jam-jam terjadinya gempa ini memang sedang banyaknya kesibukan, baik kesibukan bekerja maupun kesibukan siswa-siswi bersekolah.

Ya, masih banyak dari mereka yang trauma karena bencana gempa beberapa waktu yang lalu. Tentunya gempa saat ini cukup mengusik rasa trauma mereka kembali. Karena itulah, gempa tersebut terasa lebih mencekam dari sebelumnya. 

Gempa yang terjadi tadi pagi (9 Oktober 2019) berkekuatan sebesar 3,7 magnitudo dan memiliki kedalaman sebesar 10 kilometer. Sedangkan titik pusat dari gempa beruntun ini berada pada koordinat 128,36 Bujur Timur dan 3,61 Lintang Selatan. Gempa yang sama terjadi di koordinat yang sama dan hanya selisih sekitar 40 an detik saja dari gempa pertama. 

BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) tentunya langsung menginfokan hal ini dan mengatakan bahwa gempa tersebut berpusat tepatnya di timur Pulau Ambon. Gempa ini dirasakan dengan skala II MMI di Pulau Seram namun dirasakan sebesar skala III MMI di Tulehu dan Ambon. BMKG sendiri wajar saja mengumumkan berita ini setelah gempa terjadi, karena memang musibah alam gempa tak bisa diprediksi. 

Akibat gempa tektonik ini warga yang beraktivitas di dalam ruangan langsung keluar demi menghindari hal-hal yang membahayakan mereka. Siswa-siswa yang sedang bersekolah pun juga demikian, bahkan beberapa sekolah lebih memilih untuk memulangkan siswanya supaya lebih aman dan terhindar dari gempa susulan.

Salah satu akibatnya ditanggung oleh satu siswi SMAN 1 Ambon mengatakan bahwa ia dan teman-temannya langsung disuruh pulang oleh kepala sekolah langsung setelah gempa kedua mengguncang.

Hal ini tentunya sah-sah saja dilakukan. Pada saat yang sama saat gempa terjadi para pegawai negeri sipil juga tak ketinggalan untuk meninggalkan ruangan supaya lebih aman. Pasalnya, setelah gempa beruntun ini mengguncang Ambon banyak ditemukan gedung atau bangunan yang retak dan berpotensi ambruk.

Meskipun magnitudo dari gempa ini tergolong kecil, namun pusat gempa ini sangatlah dangkal, yaitu hanya sedalam 10 kilometer dari permukaan saja. Ini menjadi himbauan pada warga masyarakat daerah lain untuk langsung mengamankan diri saat atau setelah gempa terjadi.

Sumber: cnnindonesia.com