Gempa 5,2 SR di Kabupaten Lebak: Tidak Berpotensi Tsunami

26

Kamis, 14 Februari 2019 masyarakat Kabupaten Lebak, Banten dikejutkan oleh gempa buma berkekuatan 5,2 Skala Richter (SR) yang terjadi pukul 06.41.53 WIB. Sebagian besar warga Lebak Banten merasakan getaran dari gempa tersebut. Salah satunya Rahmat Yuniar warga dari Rangkasbitung yang turut merasakan gempa yang mengguncang Kabupaten Lebak pagi hari tadi.

“Getarannya besar tapi hanya sebentar aja” ucapnya.

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui akun twitternya @infoBMKG mengatakan jika pusat gempa yang terjadi di Kabupaten Lebak, Banten berada pada titik kordinat 7,07 Lintang Selatan dan 105.75 Bujur Timur, 79 kilometer di Barat Daya Kabupaten Lebak dengan kedalaman 21 kilometer.

Trian Asmarahadi, perwakilan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas 1 Stasiun Serang mengatakan jika gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Lebak, Banten yang berlangsung selama beberapa detik ini berpusat di 292 km Barat Daya Kabupaten Lebak, dengan kedalaman 10 km. Lokasi gempa berada pada 9.00 LS, 105.26 BT.

“Pusat gempa berada di 9.00 Lintang Selatan dan 105.26 Bujur Timur atau 292 km Barat Daya Kabupaten Lebak, Provinsi Banten dengan kedalaman 10 km.

Gempa yang terjadi di Kabupaten Lebak, Banten Kamis 14 Februari pukul 06.41 tidak berpotensi tsunami sehingga masyarakat tidak  perlu cemas atau khawatir.”

Rahmat Triyono, Ketua Pusat Gempa bumi dan Tsunami mengatakan “berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi di Kabupaten Lebak, Banten merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempeng Eurasia.”

Rahmat juga menambahkan “Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan dari struktur sesar Obliqe Turun (Oblique Normal Fault).”

Wildan Hidayatullah, ketua Rapi 300301 Cimadur – Lebak mengatakan bila getaran dari gempa dirasakan oleh sebagian besar masyarakat Lebak dan laporan mengenai dampak setelah gempa.

“Gempanya cukup besar namun hanya terjadi selama beberapa detik. Sampai saat ini masih aman dan belum ada laporan terkat dampak, kerusakan atau jumlah korban dari gempa yang terjadi” ucapnya.

Tidak hanya dirasakan oleh masyarakat Lebak, Banten saja. Namun getaran akibat gempa ini juga turut dirasakan hingga ke daerah Malingping, Cijaku, Panggarangan, Bayah, Ciptagelar, Wanasalam, Pandeglang, Serang dan Pelabuhan Ratu.

Sampai dengan saat ini pihak BMKG masih terus memantau kondisi. Hasil monitoring BMKG hingga pukul 07.02 masih dalam kondisi aman, belum ditemukan adanya aktivitas atau kemungkinan terjadinya gempa susulan.

BMKG juga menginggatkan kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Sumber : bantenhits.com