Gelombang Tinggi Terjadi di Manado: Akankah Tsunami?

49

Terjadinya tsunami di Selat Sunda belum lama ini, sepertinya meninggalkan rasa was-was bagi masyarakat Indonesia, utamanya bagi mereka di pesisir.  Belum lama ini beredar video adanya gelombang di Manado yang sempat membuat panik masyarakat sekitar.

Menurut pendapat kepala BNPB (Badan Nasioanal Penanggulangan Bencana) yang disampaikan melalui media social twitter-nya, gelombang tinggi yang terjadi pada 27 Desember 2018 di Manado ini terjadi akibat adanya cuaca buruk, dan bukan karena tsunami.

Selain itu, adanya gelombang tinggi yang terjadi juga disebabkan karena pengaruhnya siklon tropis yang terjadi di sekitar Filipina, sehingga uap air angin mengarah ke wilayah Sulawesi Tengah dan mengakibatkan angin kencang dangelombang tinggi tersebut.

Sebelumnya kepala seksi observasi dan informasi BMKGstasiun Meteorologi kelas II maritim Bitung, menghimbau kepada masyarakatsekitar perairan Sulawesi termasuk Manado dan Maluku, untuk mewaspadai adanya gelombang tinggi laut yang mungkin akan terjadi hingga tanggal 28 Desember2018 dengan ketinggian kira-kira 2.5 hingga 4 meter.

Gelombang setinggi 4 meter tersebut, kemungkinan dapat terjadi di wilayah Sulawesi bagian timur meliputi perairan Kepulauan Sangihe dan Talaud, termasuk wilayah laut Maluku bagian utara. Selain itu, terjadinya gelombang laut dengan ketinggian 1,25 sampai dengan 2,5 meter juga akan diperkirakan terjadinya di wilayah laut Sulawesi bagian Tengahtermasuk wilayah perairan Bitung dan Manado, laut Maluku bagian selatan, danperairan selatan Sulut.

Menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait adanya aktivitas gunung anak Krakatau yang mengakibatkan tsunami dan gelombang tinggi di wilayah Lampung dan selat sunda, Kepala BNPB mengatakan bahwa gelombang tinggi di wilayah perairan Manado tersebut bukan terjadi akibat aktivitas gunung anak Krakatau. Karena titik lokasinya pun terletak cukup jauh.

Selain itu, peningkatan gelombang tinggi ini juga tidak disebebkan aktivitas tektonik lainnya. Masyarakat juga diimbau untuk tetap tenang dan selalu waspada, khususnya bagi warga yang bermata pencaharian di laut. Apabila keadaan sekitar laut terlihat membahayakan, diharapkan masyarakat untuk tetap tidak melakukan aktivitas di sekitar pantai dan laut untuk sementara.

Pada dasarnya wilayah Indonesia terletak di daerah iklim tropis dengan dua musim, yakni panas dan hujan dengan perubahan cuaca angina yang sukup ekstrim juga. Kondisi tersebut juga dapat menimbulkan beberapa akibat butuk bagi manusia, seperti halnya gelombang tinggi dan angin kencang yang terjadi di Manado tersebut.

Mengingat Indonesia merupakan negara yang berdampingan dengan bencana, maka sudah sepatutnya kita untuk selalu siaga bencana. Bencana tidak hanya dapat disebabkan oleh kejadian alam saja, namun ada juga factor-faktor lain yang jauh dari dugaan. Pendidikan serta wawasan mengenai bencana pun juga perlu ditingkatkan, demi meinimalkan hal terburuk yang mungkin akan terjadi.