Puisi : Gejolak Rindu

77

Sekalipun mata ini tertutup

Dalam gelap pun wajahnya masih terbayang jelas

Tanpa cahaya pun senyumnya masih terukir dengan nyata

Sekalipun telinga ini tersumbat

Ditutup kedua tangan, meski terpaksa

Namun dalam diam, suaranya masih terdengar

Meski dalam sunyi, gelombang nada masih bernyanyi

Sekalipun jarak sudah terbentang luas

Aku berlari sejauh apapun

Berbalik dan tak menatap

Namun langkahnya masih menapaki jalanku

Seiring bersama walau hanya dalam bayangan

Menyusuri setiap ruas yang tertancap jejakku

Mengiringi setiap rekam perjalananku

Adapun rindu tak lagi bisa ku kendalikan

Sekarang,

Sekarang semakin mengeruak, menggeliat

Seakan ingin memuntahkan kerinduan itu

Tak ku suarakan, namun berteriak di dalam nurani

Tak ku indahkan, namun bergerak di dalam pikiran

Menari-nari, sambil bernyanyi

Ku hela nafas panjang, sambil memejamkan mata

Bersandar pada kenangan

Berpangku pada rasian

Diam, hening, sepi, dan sunyi

Di lautan saja,

Di dalam gejolak rindu tetap memberontak

Meronta-ronta hendak bersua

Meraung hendak mendengar

Rasanya ingin sekali meraba, menyentuh meski sedetik

Atau sepintas lalu, berjumpa lalu menebar senyum

Memberi hak untuk rindu bertemu

Memberi hak untuk mata bertemu pandang

Memberi hak untuk telinga saling melempar gelombang nada

Ada keinginan yang semakin menguat, mengental, hingga membatu

Menunggu, terus menunggu, bahkan mendesak

Desakan yang semakin keras dan kuat

Bak hempasan ombak yang memecah karang

Bak badai yang menerjang setiap tepian tebing tinggi

Hingga selayaknya aliran deras air terjun yang tak sabar jatuh

Walau harus menempuh terjalnya jurang

Dalamnya lembah

Lebatnya hutan

Panasnya matahari

Dinginnya malam

Gejolak rindu tetap tak bergeming

Selalu menanti, senantiasa menagih

Kapan bersua?

Bilakah berjumpa?

Seberapa lama ini?

Gejolak rindu tak mau berpindah

Diam sejenak pun tidak,

Terus, terus, dan terus

Tanpa lelah menanti

Tanpa penat, selalu menunggu

Walau terkadang yang ditunggu masih tak memahami

Gejolak rindu tak pernah mau mengalah

Ia harus berjumpa

Menyapa dan saling berbicara

Melempar senyum dan saling memandang

Melepas ikatan rindu yang selama ini membelenggu