Ganti Oli Mobil yang Jarang Dipakai Agar Kendaraan Tetap Awet

10

Mengganti oli merupakan kegiatan yang wajib bila Anda mempunyai kendaraan sendiri,hal ini untuk merawat kendaraan Anda dan yang pasti. Hal ini merupakan cara untuk mengoptimalkan kondisi kendaraan.

Pelumas atau oli yang ada pada kendaraan. Fungsinya adalah untuk mengurangi gesekan yang terjadi dan yang paling penting oli berfungsi penting untuk menjaga suhu  mesin agar  tetap optimal saat digunakan.

Penggantian oli berlaku untuk kendaraan dengan mobilitas yang tinggi. Alias selalu digunakan sehari-hari.

Saran terbaiknya adalah lakukan penggantian oli mobil atau motor anda setiap 10.000 km untuk pemakaian normal dan 5.000 km untuk kondisi kendaraan yang dipakai untuk jalanan yang sering berhadapan dengan kemacetan.

Namun muncul pertanyaan apakah penggantian oli berkala ini berlaku juga untuk kendaraan yang jarang dipakai? Karena pada dasarnya penggantian oli berpatokan pada km kendaraan anda.

Untuk kasus mobil yang jarang digunakan apakah masih perlu dilakukan pergantian oli? Kerap kali Anda berfikir bahwa kendaraan yang tida digunakan, tidak perlu dilakukan penggantian oli, Karen masih awet.

Ternyata itu tidak sepenuhnya benar lho. Mobil yang jarang dilakukan penggantian oli malah membutuhkan perawatan atau perhatian ekstra. Mobil yang jarang dipakai anda tentu saja tidak tahu pasti kondisnya. Apakah performa mesinnya masih baik atau terjadi kerusakan.

Oleh karena itu penggantian pelumas atau oli pada mobil Anda tetap perlu dilakukan dengan melihat ketentuan buku panduan mobil Anda. Biasanya buku panduan akan menyarankan untuk penggantian sesuai dengan waktu tertentu.

Berikut merupakan beberapa alasan mobil anda tetap perlu di ganti walaupun jarang dgunakan:

  1. Volume Pelumas atau oli harus tetap tersedia yaitu dengan cara melihat dari garis level minimum dengan maksimum (range) dapat disesuaikan dengan buku panduan. Ada beberapa kasus untuk mobil yang jarang digunakan volume olinya berkurang karena terjadi kebocoran. Oli yang berkurang bisa saja karena adanya faktor dari mesin sehingga membuat oli ikut terbakar.
  2. Lihat kedaan fisik dari Pelumas apa masih bening tidak tercampur sesuatu atau ada emulsi/kotoran. Jika ada perubahan maka sebaiknya segera diganti. Kotoran yang ada pada oli dapat membahayakan performa mesin, karena kotoran atau emulsi akan mengendap pada bagian dasar mesin.
  3. Oli atau pelumas yang berubah. Karena pada mesin kendaraan yang jarang beroperasi oli bercampur dengan uap air akibat suhu diluar mesin ataupun komponen lain yang dapat mempengaruhi kinerja mesin ketika mesin digunakan.
  4. Usia pelumas atau oli Ada biasanya diturunkan 30% misalnya dari penggunaan pelumas untuk jarak 10.000 km menjadi 7.000 km.
  5. Pada dasarnya bahwa pelapisan pelumas pada komponen mesin tertentu akan berjalan maksima lapabila keadaan mesin tersebut dalam kendaaan beroperasi atau on dari pada sering tidak dioperasikan atau diam (off).

Oleh karena itu pehatikan penggunaan oli pada mobil kesayangan Anda . Sebaiknya gunakan mobil Anda sesekali untuk jalan agar mesin bekerja, atau setidaknya panaskan mesin dengan cara dinyalakan setiap pagi selama 3-5 menit cukup untuk memanaskan mesin Anda.