Gagapnya Jokowi Mengatasi Corona Jadi Pertanyaan Masyarakat

26

Sikap Jokowi dalam mengatasi wabah Covid-19 atau Corona semakin dipertanyakan masyarakat. Pasalnya, pemerintah dinilai sangat lambat dalam mengatasi wabah ini. Kebijakan yang diambil oleh pemerintah sendiri terlalu mementingkan sektor ekonomi, sedangkan keselamatan warga tidak menjadi prioritas di awal merebaknya pandemik ini.

Hendri Satrio, pengamat politik dari lembaga survei KedaiKOPI mengatakan, “Pemerintahan Jokowi memang memiliki visi yang bagus untuk pembangunan, tapi memang hal-hal yang tidak terduga seperti bencana, wabah seperti ini, tampaknya tidak cukup diantisipasi dengan baik.”

Sikap Jokowi yang berusaha menenangkan warga tanpa mengambil tindakan yang cepat justru menyebabkan wabah ini semakin meluas dan sulit dikendalikan. Kinerja para menteri pun dipertanyakan karena dianggap sangat tidak tanggap dalam menghadapi masalah ini.

“Itu sebetulnya hal yang bagus, hanya saja sejak awal Jokowi ini sendirian karena menteri-menterinya agak gagap juga bekerjanya,” jelas Hendri. Hendri juga menganggap bahwa Jokowi baru ‘melek’ ketika salah satu menterinya ternyata positif Corona. “Yang paling ramai belakangan ini Menteri Perhubungan terkena, jadi baru percaya ternyata lonjakannya sudah signifikan. Ini artinya sejak awal sangat tidak tanggap.”

Menurutnya, Jokowi harusnya bisa melakukan yang lebih dari ini karena dia memiliki waktu yang sangat cukup dibandingkan negara lain. Sayangnya, kebijakan yang diambil justru tidak memprioritaskan warga sehingga kondisi pun jadi semakin sulit dikendalikan.

Di lain pihak, Grace Natalie, Ketua Umum PSI mengatakan bahwa wabah yang menjangkiti seluruh dunia ini memberikan dampak buruk pada perekonomian Indonesia. Apalagi himbauan dari Jokowi terkait melakukan pekerjaan dari rumah kepada warga dan bukan meminta tele-working langsung pada perusahaan menimbulkan kecemasan dalam perekonomian mereka, terutama sektor informal.

Melalui akun Instagram pribadinya, @gracenat, ia menyampaikan saran pada Jokowi lewat sebuah video. “PSI mengusulkan kepada pemerintah untuk memberikan bantuan langsung tunai atau BLT kepada masyarakat yang terdampak. Berdasarkan perhitungan kami, ini adalah langkah yang paling cepat membantu masyarakat melewati masa-masa sulit seperti saat ini,” ujarnya.

BLT sendiri pernah digunakan oleh Susilo Bambang Yudhoyono di tahun 2005. BLT ditujukan untuk menjaga masyarakat tidak mampu agar dapat terus memenuhi kebutuhan pokoknya. Saran ini dilontarkan oleh Grace terkait kebijakan work from home yang disebutkan oleh Jokowi.