Fenomena Langit Merah di Jambi, Ada Apa?

24
langit merah jambi

Warga Desa Pulau Mentaro, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi dikejutkan dengan fenomena langit merah pada hari Sabtu Kemarin (21/09/19). Fenomena langit merah ini terjadi pada siang hari sekitar jam 10.30 WIB.

Warga mengatakan perubahan warna merah pada langit tersebut terjadi sekitar pukul 10.42 WIB hingga pukul 14.00 WIB. Beberapa warga juga sempat merekam fenomena langit merah di daerahnya(Jambi). Selain itu, beberapa warga yang ada di Jambi juga banyak yang memberikan kabar kepada keluarganya yang berada di luar wilayah Jambi mengenai keadaan mereka dan masyarakat yang bermukim di Jambi saat ini. Awalnya, beberapa saudara yang mendapat kabar dari saudaranya yang ada di Jambi tidak mempercayai dan menanyakan keaslian video ataupun gambar yang dikirimkannya. Namun, setelah dikonfirmasi hal itu benar adanya.

Warga juga menuturkan pada pukul 13.00 WIB Sabtu (21/09/2019) kemarin, langit semakin gelap dan kabut asap semakin pekat sehingga mengakibatkan kondisi siang hari kemarin seperti sudah menunjukkan waktu sore hari.

Beberapa warga juga mulai mengkhawatirkan kondisi Jambi saat ini, karena keadaannya semakin hari semakin buruk. Mereka khawatir akan keselamatan masyarakat di daerah Jambi dan sekitarnya tentang kondisinya saat ini.

Plt Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNBP), Agus Wibowo Soetarno mengungkapkan bahwa warna merah terjadi karena pergerakan kabut asap dari titik api atau biasa disebut dengan hotspot. Menurut beliau, hotspot ini sudah ada sejak pertengahan bulan Agustus 2019.

Berbeda dengan pendapat Agus Wibowo, selaku Kapudastin BNBP, Maurifin Sudibyo selaku astronom amatir Indonesia mengungkapkan bahwa fenomena langit merah yang terjadi saat ini bukanlah karena tingginya suhu api. Akan tetapi dikarenakan fenomena Hamburan Rayleigh. Hamburan Rayleigh merupakan hamburan elastis pada cahaya oleh partikel-partikel mikro atau nano di udara yang ukurannya lebih kecil dari panjang gelombang cahaya yang tampak. Sehingga menyebabkan warna biru pada langit di siang hari dan merah di saat senja.

Apakah efek dari fenomena langit merah ini membuat gangguan pada indra penglihatan manusia? Menurut Maurifin sendiri, hal ini tidak sampai mengganggu indra penglihatan manusia, karena ini hamburan cahaya biasa.

Kita doakan ya, semoga masyarakat di Jambi dan sekitarnya diberi kesehatan untuk mereka semua, kemudian masalah asap yang saat ini memenuhi beberapa wilayah di Indonesia segera cepat terselesaikan, sehingga warganya dapat menjalankan rutinitasnya kembali seperti keadaan sebelumnya.