Fakta Unik Dibalik Kemenangan Ferrari di GP Singapura 2019

16

Banyak sisi menarik yang bisa kita bahas dari perhelatan GP Singapura yang baru saja berlalu. Salah satunya tentu saja menengok kemenangan penting Sebastian Vettel di sirkuit jalan raya Marina Bay. Catatan apa saja yang terjadi dibalik Balapan malam hari tersebut?

Finish 1-2 Pertama Dalam Sejarah GP Singapura

Hasil mengejutkan yang ditorehkan tim kuda jingkrak di Marina Bay merupakan sebuah rekor baru. Untuk kali pertama ada sebuah tim mampu finish 1-2 di sana. Sejak pertama kali digelar pada 2008, GP Singapura identik dengan glamornya balapan malam. Uniknya belum ada tim yang sanggup mengunci podium 1 dan 2 di trek sepanjang 5.063 km tersebut. Bahkan Mercedez sang penguasa F1 di era hybrid belum pernah berhasil.

Ini Merupakan Gelar Kelima Bagi Sebastian Vettel

Untuk Vettel sendiri, hasil ini sebagai penghapus dahaga setelah puasa kemenangan sejak menjuarai GP Belgia pada Agustus 2018. Selain itu, sukses ini merupakan kemenangan kelimanya di GP Singapura. Sejak masuk ke dalam kalender F1 tahun 2008, Vettel dan Hamilton bersaing sebagai pembalap yang paling banyak menang di sana.

Seb, begitu Vettel biasa dipanggil, telah menang di tahun 2011, 2012, 2013, dan 2015. Sedangkan Hamilton memenangi balapan tahun 2009, 2014, 2017 dan 2018. Jadi, hasil teranyar ini menempatkan Seb sebagai raja di Singapura.

Pembalap lain yang bisa menang di sini hanya Fernando Alonso (2008, 2010) dan Nico Rosberg (2016).

Catatan Hattrick Pertama Sejak 2008

Sejak era Hybrid dimulai, baru kali ini Scuderia Ferrari memenangi tiga balapan secara beruntun. Terakhir kali tim asal maranello itu mencetak hattrick terjadi pada 2008. Kala itu masih diperkuat Kimi Raikkonen dan Felipe Massa. Ferrari merebut gelar di Bahrain, Spanyol dan Turki.

Pencapaian itu baru bisa diulang setelah menunggu 11 tahun. Tahun ini Ferrari sudah menang sejak balapan di Belgia, lanjut ke Italia dan kemarin di Singapura. Andai Charles Leclerc yang menang. Dia akan menjadi pembalap Ferrari yang memenangi 3 GP beruntun sejak Schumacher melakukannya pada 2006.

Safety Car Tidak Pernah Absen Berpartisipasi

Inilah keunikan balapan di sirkuit jalanan. Insiden demi insiden selalu terjadi. Kondisi trek yang sempit menyebabkan rawan tabrakan. Hilang konsen sedikit, pembalap akan langsung mencium tembok pembatas. Mirip dengan situasi di Monaco.

Oleh karena itu, safety car rajin muncul di Marina Bay. Tugas sebagai penetralisir keadaan selalu dilakoni sejak 2008. Pada tahun ini, tercatat tiga kali insiden yang menyebabkan race control mengeluarkannya.

Sumber : otorace.gridoto.com