F1 2019: Valtteri Botas Optimis Kuasai Lap Sepanjang Musim

12

Valtteri Botas, pembalap yang membawa nama Mercedes AMD Petronas ini sangat optimis menjadi yang terbaik di ajang Formula 1 2019. Pria asal Finlandia ini memang tampil sangat baik dalam beberapa balapan terakhirnya.

Musim ini memang merupakan musim terbaik dalam karirnya. Terbukti dari 12 balapan, Botas berhasil menguasai podium dalam 9 balapan. Bahkan 2 diantaranya merupakan kemenangan yang sangat membanggakan.

Ketika berada di F1 GP Australia 2019, Bottas berhasil meraih podium pertama setelah melewati Lewis Hamilton yang akhirnya berujung di podium kedua. Sedangkan peringkat ketiga ditempati oleh Max Verstappen, pembalap Red Bull Racing.

Kemenangan keduanya terjadi di F1 GP Azerbaijan 2019. Kembali ia meninggalkan rekan satu timnya, Lewis Hamilton di peringkat kedua. Sedangkan podium ketiga ditempati oleh Sebastian Vettel, pembalap Scuderia Ferrari. Berkat kesuksesan Bottas di musim ini, ia berhasil meraih peringkat kedua di klasemen sementara dengan skor 188 poin.

Melihat keunggulan yang ia raih saat ini, ia masih memiliki peluang untuk merebut posisi teratas yang saat ini ditempati Lewis Hamilton. Selisih skor keduanya pun hanya berjarak 62 poin saja. Bottas jelas memiliki peluang besar jika ia berhasil dalam sisa balapan yang ada.

Namun meskipun Bottas berhasil menorehkan prestasi yang cukup baik dalam musim ini, kabar tentang kemungkinan didepaknya ia dari Mercedes membuatnya harus memikirkan opsi lain.

Toto Wolff, team principal Mercedes, telah menjelaskan bahwa Bottas memang harus bersaing dengan Esteban Ocon untuk mendampingi Lewis Hamilton di musim berikutnya. Menanggapi kabar tersebut tidak membuat Bottas lantas menjadi lesu dalam menghadapi balapan musim ini. Ia justru merasa hal tersebut memicunya untuk semakin bersemangat.

“Tentu ketika kita berada dalam situasi seperti itu dan masih ingin membalap di F1, kita harus punya Rencana B, atau mungkin Rencana C,” ujar Bottas pada wartawan. Ia menganggap bahwa pergantian pembalap dalam sebuah tim merupakan hal yang biasa sehingga ia tidak merasa hal tersebut adalah sebuah beban yang menghambat karirnya.