Engkau Mengatasnamakan Cinta Padahal Itu Hanya Nafsu!

16
image/pinterest, image

Berhentilah memberikan harapan palsu pada seorang wanita jika ingin mempermaikannya saja, wanita memang penyabar tapi bukan berarti kamu bisa mempermainkannya selayaknya boneka yang bisa kau mainkan sesuka hatimu dan seorang laki-laki tentunya tidak bermain boneka.

Realita saat ini sudah banyak anak-anak gadis rela dipegang tangannya, dipeluk badannya, bahkan dicium padahal mereka belum sah suami istri. Hal itu termasuk dalam zina, dan didalam agama islam perbuatan zina sangatlah dilarang, terutama pacaran itu perbuatan zina Allah berfirman.

“Dan janganlah kalian mendekati perbuatan zina, sesungguhnya itu adalah perbuatan nista dan sejelek-jelek jalan.”(Al-Isra`: 32). Ingatlah bukankah dalam islam dilarang untuk pacaran, hai laki-laki yang katanya mencintai dia kenapa kamu rela mempermainkan anak gadisnya orang padahal kalian belum terikat pernikahan.

Hai perempuan-perempuan sadarkah kamu yang pacaran saat ini, lelaki yang memintamu untuk jadi pacarnya janganlah kamu terima kalaupun kamu terima saat ini maka putuskanlah segera karena lelaki yang memintamu untuk menjadi pacarnya itu bukan cinta tapi hanya ingin memuaskan nafsunya saja.

Jika memang dia mencintaimu maka dia berani melamar kamu, mendatangi kedua orang tuamu kemudian mempersuntingmu untuk menjadi istrinya sehidup semati maka itulah namanya cinta, cinta suci yang sah secara agama dan negara.

Makanya bagi yang belum siap untuk menikah lakukanlah ini karena Allah telah katakana dalam Al-qur’an Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman:

“Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (An-Nur ayat 30).

Tidak hanya laki-laki tapi wanita pun diperintahkan untuk tetap menahan nafsunya Allah berfirman Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.

Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka.

Atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.

Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung (An-Nur ayat 31).

Jadi, sudah jelaskan, begitu haramnya zina (pacaran) jangan pernah mengatasnamakan cinta namun itu palsu yang hanya ingin kamu puaskan adalah nafsumu semata. Tidak hanya itu kamu juga merugikan dirimu dan orang tuamu akibat dosa pacaran yang kamu perbuat segerah bertaubat karena Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.