Dua Pasien Pertama Virus Corona Diketahui Meninggal Dunia

32

Putrajaya, 18 Maret 2020 – Dua orang pasien pertama virus corona dikabarkan Malaysia meninggal dunia. Sehingga di Malaysia saat ini diketahui sebanyak 673 terinfeksi corona. Jumlah ini termasuk jumlah kasus baru sebanyak 120 kasus sehingga mencerminkan kondisi terkini bagaimana penyebaran virus corona di Malaysia.

Salah satu pasien yang sudah meninggal dunia tersebut berusia 60 tahun yang merupakan seorang pastor. Setelah diidentifikasi diketahui pastor tersebut bernama David Cheng berasal dari ibu kota Kuching  yang biasanya melakukan aktivitas di Gereja Emmanuel Baptist.

Pastor tersebut meninggal dunia  kemarin sekitar jam 11 pagi di Rumah Sakit Sarawak General. Hingga saat ini, disebutkan oleh Kementerian Kesehatan masih menelusuri bagaimana kronologi sehingga Pastor Cheng bisa terinfeksi virus corona. Penelusuran tentang bagaimana riwayat Pastor Cheng terkena virus corona bisa membantu mengetahui cara penyebaranya seperti apa di Malaysia.

Sementara itu, juga sedang dilakukan penelusuran  sebanyak 193 orang yang mungkin sebelum ini pernah berinteraksi langsung dengan pastor yang sudah meninggal tersebut, hal ini diucapkan oleh komite kesehatan. Semua masyarakat saat ini diwajibkan melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Sedangkan korban kedua yang meninggal  ialah seorang berusia 24 tahun berjenis kelamin pria.  Menurut pernyataan Kementerian Kesehatan bahwa meninggalnya pasien ini setelah sempat menjalani perawatan  di Rumah Sakit Permai yang berada di Johor.

Berdasarkan laporan yang didapatkan, diketahui sebelum ini korban tersebut pernah hadir dalam acara tabligh akbar di awal bulan Februari yang lalu. Tabligh akbar tersebut berlangsung di Kuala Lumpur tepatnya  di masjid Sri Petaling. Diketahui banyak sekali kasus virus corona yang dialami Malaysia  berkaitan dengan acara Tabligh Akbar  dimana sesuai laporan jumlah pengunjung mencapai 16 ribu orang.

Selanjutnya, Muhyiddin Yassin yang saat ini sebagai Perdana Menteri Malaysia menyebutkan  mulai tanggal 18 sampai 13 Maret 2020 berlaku sistem lockdown atau pembatasan perlintasan. Sebenarnya implementasi sistem lockdown diputuskan pemerintah mulai tanggal 18 Maret 2020 di hari Rabu, sampai akhir bulan Maret 2020.

Selain itu, juga disebutkan oleh Muhyiddin bahwa semua kegiatan ibadah yang dilakukan di masjid untuk sementara ini akan dihentikan sebagai langkah pencegahan virus corona. Semua bidang usaha diwajibkan oleh pemerintah untuk menutupnya  kecuali Minimarket, Supermarket, pasar dan toko sembako.

Kemudian, warga Malaysia seluruhnya dilarang pergi ke luar negeri. Sedangkan jika ada warga yang baru kembali dari luar negeri diwajibkan menjalani proses inspeksi kesehatan juga wajib karantina selama 14 hari. Wisatawan luar negeri juga dilarang masuk ke Malaysia saat ini. Berbagai aturan yang diterapkan ini diharapkan bisa mengatasi masalah virus corona.