DPR: Polri Akan Kembali Mendapatkan Kepercayaan Masyarakat

13

Sebagaimana diketahui, kepercayaan masyarakat terhadap Kepolisian Republik Indonesia semakin menipis. Apalagi berbagai berita hoaks yang banyak merugikan pihak kepolisian semakin membuat institusi ini dianggap sebelah mata.

Namun, Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni mempercayai bahwa kepercayaan masyarakat akan segera kembali. Ia optimis dengan kinerja kepolisian selama ini. Apalagi Polri telah melakukan penindakan pada 1.287 personelnya yang terbukti melakukan pelanggaran.

“Saya pribadi memaknai data ini sebagai gambaran keseriusan Polri membenahi perilaku-perilaku jajaranya yang tidak profesional dalam menjalankan tugas. Artinya pengawasan benar-benar dilakukan terhadap oknum-oknum yang bandel dengan imbalan sanksi yang terukur dan proporsional,” ujarnya.

Berbagai kasus seperti narkoba hingga Tipikor juga telah berhasil ditangani dengan baik. Penyalahgunaan narkoba dan kejahatan lain pun telah berkurang. Bahkan, perayaan Natal dan Tahun Baru juga berlangsung kondusif.

Ia sangat mengapresiasi kinerja dari Kapolri baru yang sukses mengamankan jalannya Natal dan Tahun Baru. “Meski baru menjabat dua bulan sebagai Kapolri, Jenderal Idham Azis berhasil membuktikan janjinya memberikan situasi Kamtibmas yang kondusif, khususnya jelang dan paska Nataru. Tak ada aksi terorisme maupun radikalisme yang mengganggu stabilitas maupun kenyamanan perayaan Natal dan Tahun Baru,” ungkapnya.

“Berbagai kebijakan dikeluarkan Kapolri, mulai dari pelaksanaan Operasi Lilin sebagai penyekat gerak pelaku tindak pidana hingga fokus penjagaan di tempat ibadah umat kristiani maupun objek-objek vital menciptakan situasi kondusif Nataru. Sinergitas Polri dengan TNI maupun pemerintah daerah sangat bagus menjaga Kantibmas saat Nataru,” sambungnya dengan penuh semangat.

Keberhasilan pihak kepolisian dalam membekuk pengedar narkoba baru-baru ini menjadi salah satu bukti komitmen mereka dalam memberantas narkoba. Seperti yang baru saja didapatkan

“Para pelaku penyelundupan maupun pengedar narkoba kerap memanfaatkan momentum tertentu, seperti pergantian tahun misalnya, karena berpikir fokus penegak hukum akan terbagi ke antisipasi pengamanan. Polri dan BNN membuktikan mampu mengantisipasi dan meminimalisir pergerakan para pelaku yang berupaya menggunakan celah momentum tersebut,” Sahroni menambahkan.

Dengan semakin baiknya kinerja Polri, maka akan semakin mudah pula kepercayaan masyarakat kembali didapatkan. Meskipun masih banyak kekurangan dalam tubuh Polri, namun sedikit demi sedikit, integritas Polri di mata masyarakat Indonesia akan semakin meningkat.

“Masih ada kekurangan tentu iya. Namun saya yakin jika masyarakat mau bersama-sama membenahi Polri maka saya berkeyakinan ke depan kita akan memiliki kepolisisan yang selama ini kita dambakan,” tutupnya singkat.