DKI Jakarta Perpanjang Masa Penutupan Tempat Wisata

26

Jakarta,  04 April 2020 – Demi cegah corona, banyak tempat wisata di Jakarta telah ditutup. Berkaitan dengan hal ini, masa penutupan tempat wisata telah diputuskan diperpanjang oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Tambahan masa penutupan  dilakukan selama 17 hari.Penutupan tempat-tempat wisata ini dirasa perlu dilakukan agar masyarakat tidak ingin pergi ke sana saat ini. Masyarakat diharapkan selalu berada di dalam rumah saja dan hanya jika ada keperluan yang sangat penting saja mereka keluar.

Upaya yang dilakukan oleh Pemerintah DKI Jakarta ini memang akan membuat bisnis pariwisata kurang dalam mendapatkan penghasilan. Langkah ini dianggap tepat karena jika tetap dibuka pariwisatanya, maka peluang untuk menyebarkan virus corona akan semakin besar dan cepat.

Penetapan perpanjangan masa penutupan lokasi wisata ini diumumkan dengan menggunakan surat Edaran Nomor 184/SE/2020. Isi surat tersebut pada intinya adalah perintah untuk melakukan penutupan sementara kegiatan operasional pariwisata dalam rangka mencegah penyebaran virus corona.

Berdasarkan yang dirilis oleh PPID atau Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi menyebutkan masa perpanjangan penutupan dimulai tanggal 03 April yakni kemarin sampai tanggal 19 April 2020. Hal ini sudah dikonfirmasi secara langsung  kepada Cucu Ahmad selaku Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta.

Terdapat kegiatan usaha yang sudah ditutup yaitu usaha jasa salon kecantikan termasuk juga usaha perawatan rambut, kemudian penyelengaraan kegiatan MICE/Ballroom/Balai Pertemuan, Arena Permainan Ketangkasan Keluarga Manual dan area Mekanik, elektronik anak-anak/keluarga.

Cucu Ahmad menyebutkan kebijakan ini sebenarnya lanjutan dari keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta tahun 2020 nomor 361. Berisi tentang Perpanjangan Status Tanggap Darurat Bencana Corona atau Covid-19 di Daerah Provinsi Jakarta. Selanjutnya dalam  putusan ini juga diberitakan masa perpanjangan dihitung mulai tanggal 3 April sampai 19 April tahun 2020.

Sebelum dikeluarkan kebijakan ini, putusan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta sudah melakukan penutupan tempat wisata lebih dulu dan menutup kegiatan 14 kegiatan usaha. Hal ini diberlalukan selama 2 pekan dihitung mulai tanggal 23 Maret sampai tanggal 5 April 2020.

Keempatbelas kegiatan usaha ini diantaranya diskotek, klab malam, karaoke executive, karaoke keluarga, rumah minum/bar, griya pijat serta musik hidup. Kemudian juga ditutup  usaha SPA, bola gelinding, bioskop, bola sodok, seluncur, mandi uap. Setelah itu, area lain yang juga ditutup ialah arena permainan ketangkasan manual  dan area game elektronik untuk anak.

Sebagai informasi sesuai data Pemprov DKI Jakarta hingga hari ini terdapat 1071 warga yang positif corona.