Ditolak Warga, Rapid Test Di Stadion GBLA Batal

23

Jakarta, Kamis 02 April 2020 – Rencana Pemerintah Kota Bandung untuk melakukan rapid test secara massal batal dilaksanakan. Gelar uji cepat atau rapid test massal virus covid 19 ini sebenarnya sudah direncanakan untuk dilakukan di Stadion GBLA atau Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Namun tak terlaksananya rapid test ini dikarenakan warga setempat tidak setuju dengan gelaran rapid test di lokasi tersebut.

Sebenarnya rapid tes massal ini rencana akan digelar di di GBLA kepada kurang lebih sebanyak 300 orang hari ini, Kamis, 02 April 2020. Warga setempat sebenarnya sejak Rabu kemarin sudah menolak hal ini, disebutkan oleh Kompol Oesman Iman sebagai Kapolsek Gedebage karena belum ada pemberitahuan.

Kompol Oesman membenarkan bahwa benar rapid test di stadion GBLA batal digelar. Alasan warga menolak salah satunya kurang sosialisasi dari panitia yang akan menggelar rapid test ini, bahkan warga setempat malah menyebutkan pemberitahuan gelaran rapid test mendadak diberitakan kepada warga.

Warga datang ke lokasi dan menyampaikan penolakan ini saat pihak dari Dinkes Pemkot Bandung sedang menyiapkan beberapa alat. Diantara alat yang disiapkan tersebut seperti meja dan kursi, spanduk, hand sanitizer  dan yang lainnya yang bertujuan agar rapid test massal ini bisa dilakukan dengan lancar.

Rencananya akan dipilih lokasi yang lain untuk digelar rapid test massal, hal ini sesuai yang disebutkan oleh Oesman. Tetapi belum dipastikan akan digelar di lokasi yang mana, bahkan jadwal kapan selanjutnya dilakukan rapid test massal ini juga tak diberitahukan oleh Oesman. Pemerintah akan terus berupaya untuk memberikan solusi tempat lain.

Rencana rapid test massal yang batal dilaksanakan ini jika dilihat hari sebelumnya sesuai dengan rencana pemerintah kota akan dilaksanakan pada hari ini pada 300 orang dan besok pada 300 orang. Jadi, akan dilaksanakan minggu ini sebanyak 600 orang dan minggu depan juga masih dilanjutkan. Ema Sumarna sebagai Sekretaris Daerah kota Bandung menyebutkan belum ditentukan jadwal test dilaksanakan.

Rapid Test ialah suatu pemeriksaan untuk mengetahui apakah seseorang terinfeksi virus corona atau tidak dengan waktu yang lebih cepat. Tetapi test ini memiliki kekurangan di bagian akurasi yang kurang, tetapi bisa mengetahui seseorang yang berstatus positif corona. Rapid test tetap akan membantu upaya dalam memerangi virus corona.

Rapid test pernah digelar oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan lonjakan kasus terbanyak terjadi di Sukabumi hingga ditemukan positif corona sebanyak 409 orang. Harapannya adalah dengan dilakukannya rapid tes maka bisa mengupayakan pencegahan sedini mungkin penyebaran virus corona.