Diduga Tersangka Kasus Suap SPAM, Rizal Djalil Bawa Dokumen Lengkap ke KPK

8

Hari Rabu, tanggal 9 Oktober 2019 Rizal Djalil selaku salah satu anggota BPK yang masih menjabat mendatangi KPK dengan dokumen SPAM yang lengkap. Rizal diduga sebagai tersangka dalam penyuapan proyek SPAM atau Sistem Penyediaan Air Minum. Adapun tujuan ia mendatangi KPK pada 9 Oktober 2019 ini adalah untuk memenuhi panggilan dari badan penegak hukum, Komisi Pemberantasan Korupsi.

Sebelum masuk ke gedung KPK untuk memenuhi panggilan, Rizal sempat bertemu dengan rekan-rekan wartawan dan memberikan pernyataan. Ia mengaku sudah membawa dokumen yang dibutuhkan dan mendukung untuk panggilan dugaan tersebut. Selain membawa dokumen yang diperintah penyidik, Rizal juga mengaku akan bersikap kooperatif dan akan memberikan keterangan apapun pada pemeriksaan tersebut.

Di akhir pernyataannya, Rizal Djalil telah berjanji pada rekan wartawan untuk membeberkan apa saja yang terjadi pada pemeriksaan dan hasil dari pemeriksaaan atas dirinya sebagai terduga tersangka penyuapan proyek SPAM.

Pada bulan September kemarin, tak hanya Rizal Djalil saja yang ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka. Nama lain juga terseret dalam pemeriksaan dugaan kasus suap ini. Nama lain yang tercatat dan akan diperiksa oleh KPK tak lain adalah Leonardo Jusminarta selaku komisaris utama pada PT Minarta Dutahutama. 

Dugaan yang telah menjadikan Rizal dipanggil pada pemeriksaan KPK ini tak lain adalah diterimanya oleh Rizal Djalil uang sebesar 100 ribu dolar Singapura. Selain nominal tersebut, ada pula nominal lain yang juga diperkarakan dalam pemeriksaan tersebut. Penyidik KPK menduga direktur Sistem Penyediaan Air Minum menerima suap sebesar 2,3 miliar rupiah. Lebih lengkapnya, diduga Rizal Djalil ini pernah mengundang direktur SPAM untuk datang ke kantornya demi membicarakan rencana proyek SPAM.

Dugaan ini membuat Rizal Djalil juga berkomentar dan ia sampaikan kepada awak media. Ia menyuruh lembaga penegak hukum, terlebih Komisi Pemberantasan Korupsi membeberkan kemana sebenarnya uang tersebut pergi, siapa yang menerima, serta dimana lokasi transaksi tersebut. Dalam pernyataan tersebut, Rizal juga menimpali bahwa dirinya akan memberitahu penyidik KPK apa sebenarnya alasan ia memanggil direktur SPAM saat itu.

Ia bertutur mempertanyakan bagaimana bisa apakah anggota BPK seperti dirinya menyuruh untuk memanggil orang (Direktur SPAM). Dia  nanti akan jelaskan kenapa direktur SPAM ini dipanggil dan diundang. Rizal sendiri sudah turun menjadi pejabat negara dua puluh tahun lamanya, oleh karena itu dalam hal ini dia bersikap percaya diri dan juga memastikan dirinya akan bertanggung jawab jika terbukti salah.

Sumber:cnnindonesia.com