Dibilang ‘Ngemis’ Jalan-Jalan ke Luar Negeri, Begini Tanggapan Atta Halilintar

40

YouTuber kondang, Atta Halilintar kembali jadi perbincangan hangat. Namun kali ini bukan karena prestasinya, melainkan isu miring yang membuatnya tidak nyaman. Isu yang menerpa Atta Halilintar kali ini muncul akibat sebuah cuitan di Twitter.

Akun Twitter @NNugie membeberkan tentang sebuah DM yang ia baca ketika baru bangun tidur. Dalam pesan yang ia terima, pengirim pesan memberikan tawaran kerjasama yang menurutnya aneh. Pengirim pesan yang mengaku seorang YouTuber ternama dengan jutaan followers itu menawarkan kerjasama sponsor dimana ia akan membantu mempromosikan travel tersebut dengan imbalan perjalanan ke Jepang oleh pihak travel.

Ada seorang Youtuber request arrange trip keluarganya di Amerika Serikat ber-20, 2 minggu perjalanan ke New York dan Los Angeles.

Pas di follow up sama tim produk gue minta dibayarnya pakai barter postingan di Instagram dan vlog Youtube wkwkwkw,” tulisnya.

Pihak travel tersebut pun menolak tawaran yang dianggap tidak sepadan. “Mbok ya kalau minta gratisan cuma 1 orang kita kasih dah, atau kalau minta diskon juga kita kasih. Tapi minta pelayanan untuk 20 orang dibayar pake exposure IG dan vlog, itu mah tega,” cuitnya.

Cuitan tersebut pun dibanjiri komentar para netizen. Salah satunya adalah Winson Reynaldi yang berkomentar, “Ini benar kelakuan @attahalilintar?” 

Dengan langsung melakukan tag ke Atta Halilintar, tanpa perlu waktu lama komentar tersebut pun langsung dibalas oleh Atta. “Kenapa bang bos? Sampai sekarang kita biaya sendiri. Kalau memang ada tim keluarga saya ngajak kerjasama dengan brand salah kah?” tulisnya.

Winson Reynaldi pun kembali membalas,

Gak apa-apa bro, menurut gua kejadian ini lucu aja. Kalo emang biaya sendiri ya bagus,” 

Kan emang lucu ye, lagian kan saya nanya bukan nuduh (emoji sedih),” sambungnya.

Atta sendiri merasa bahwa apa yang dilakukan oleh timnya bukanlah sesuatu yang harus dibesar-besarkan. Ia tidak merasa ada yang salah. Jika pihak travel tidak menerima tawaran tersebut, maka hal itu bukanlah masalah. Dalam dunia bisnis, penawaran dan penolakan wajar terjadi.