Di Acara Musrenbang Sumut, Mendagri Sentil Mahalnya Tiket Pesawat

41
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo saat membuka acara Musrenbang RPJMD Provinsi Sumut di Kota Medan, Sumatera Utara

Hari Selasa, 22 Januari 2018, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo berkunjung ke Medan. Orang nomor satu di Kementerian Dalam Negeri itu datang ke Medan, untuk menghadiri acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan RPJMD Provinsi Sumatera Utara Tahun 2018-2033. Acara Musrenbang sendiri digelar di kota Medan, dihadiri Wakil Gubernur Sumatera Utara Rajekshah Musa dan jajarannya serta para Kepala Bappeda kabupaten dan kota se-Sumatera Utara. 

Dalam kata sambutannya saat membuka acara, Menteri Tjahjo selain bicara soal pentingnya Musrenbang juga menyentil isu-isu yang tengah aktual di tengah masyarakat. Dan jadi pemberitaan hangat. Kata Tjahjo, Musrenbang sangat penting untuk mensinkronkan program startegis pusat yang dilaksanakan di daerah dengan program prioritas kepala daerah. 

“Musrenbang bagi pemerintah pusat sangat penting untuk memastikan program strategis pusat terakomodir di daerah dan jalan seiring dengan pogram prioritas daerah yang jadi janji politik kepala daerah saat kampanye,” katanya.

Bicara program pembangunan, lanjut Tjahjo, di Indonesia sendiri sangat unik. Karena ada program pusat yang merupakan penjabaran dari janji kampanye presiden dan wakil presiden. Tapi juga, ada program prioritas daerah yang tak lain adalah implementasi dari janji kampanye kepala daerah dan wakilnya saat pemilihan kepala daerah. Dan, lewat Musrenbang inilah, program pusat dan daerah di sinkronkan. Sehingga bisa selaras dan saling melengkapi. 

” Jadi perencanaan itu harus baik,” katanya.

Di tengah sambutan, tiba-tiba Tjahjo menyentil isu tentang tiket pesawat yang mahal. Seperti diketahui, sempat ramai diberitakan orang Aceh bila mau ke Jakarta, memilih terbang ke Kuala Lumpur dulu ketimbang langsung terbang ke Jakarta. Sebab terbang ke Jakarta via Kuala Lumpur lebih murah biayanya ketimbang langsung ke Jakarta. 

Rupanya, Menteri Tjahjo pun merasakan itu. Ia lantas bercerita ketika harus terbang ke Merauke, Papua sebuah agenda kerja. Katanya, biaya atau ongkos bolak balik pulang pergi dari Jakarta ke Merauke, cukup mahal.   

”  Saya kemarin ke Merauke PP, habis 15 juta,” katanya.

Bagi daerah, terutama bagi pejabat daerah yang harus pergi dinas misalnya ke Jakarta, mahalnya tiket pesawat bikin pusing. Tidak terkecuali bagi para perwira TNI yang acap kali dipanggil ke Jakarta.  Pernah kata dia, ia bertemu dengan seorang Danlanud dalam sebuah penerbangan. Danlanud sendiri hendak pergi ke Jakarta untuk urusan dinas. 

“Isu kemarin, kenaikan tarif pesawat terbang buatan pusing daerah.  Pernah saya ketemu Danlanud yang mau rapat ke Jakarta, dia mengatakan pusing cari duitnya (untuk tiket),” kata Tjahjo.