Dewan Penasihat TKN Jokowi-Ma’ruf, Romahurmuziy Ditangkap KPK

101

KPK kembali melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada hari Jumat, 15 Maret 2019 semalam. Adapun pejabat yang kali ini tertangkap tangan adalah Romahurmuziy, Ketum Partai Persatuan Pembangunan sekaligus Dewan Penasihat Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf. Penangkapan ini dilakukan ketika Romahurmuziy berada di Surabaya.

Penangkapan ini juga dibarengi dengan penyegelan ruangan kerja Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin di Kantor Kementerian Agama, Jakarta. Menurut juru bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan bahwa penangkapan dan penyegelan ini sudah sesuai dengan UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK dan juga hukum acara yang berlaku.

Penangkapan Romahurmuziy siang kemarin berkaitan dengan adanya dugaan transaksi jual beli pengisian jabatan di lingkungan Kementerian Agama. Tak hanya Romahurmuziy saja yang ditangkap, namun ada empat orang lainnya yang juga diduga terlibat dalam kasus ini. Tiga orang lainnya berasa dari Kementerian Agama dan satu orang lagi berasal dari pihak swasta.

Meskipun demikian, KPK belum memberikan keterangan resmi mengenai kelanjutan kasus ini. Mengenai penangkapan Romahurmuziy yang juga menjadi bagian penting dari tim kampanye Jokowi-Ma’ruf, calon presiden nomor urut 01 belum mau memberikan tanggapan lebih lanjut. Jokowi enggan berkomentar sebelum terdapat pernyataan resmi dari KPK.

Sedangkan dalam kacamata politik, Pangi Syarwi, seorang pengamat politik juga mengatakan bahwa penangkapan Romahurmuziy tentu akan memberikan imbas yang cukup besar pada elektabilitas Jokowi-Ma’ruf. Menurutnya, koalisi Jokowi-Ma’ruf akan sulit untuk tetap fokus karena peranan Romahurmuziy memang cukup besar dalam mengkampanyekan pasangan nomor urut 01 ini.

Tak hanya TKN saja yang akan kocar kacir akibat penangkapan ini, tapi juga PPP. Partai berwarna hijau ini akan kesulitan untuk mempertahankan eletabilitas partai di Pemilu 2019 nanti. Belum lagi harus mengelola emosi publik yang tentunya akan membuat PPP semakin kesulitan untuk mempertahankan dan memulihkan kembali citra baik dari partai.

Kantor PPP pun langsung melakukan penggembokan di pintu depan bangunan untuk menghindari wartawan yang sibuk menanyakan mengenai tanggapan mereka. Penggembokan dilakukan tepat setelah Romahurmuziy ditangkap di Sidoarjo.