Demi Bayar Utang SoftBank Jual Aset Senilai US$ 41 M

11

Tokyo, 23 Maret 2020 – Softbank Group Jepang memberikan pernyataan bahwa sahamnya sebesar 20% akan dijual. Pihak Softbank Jepang ini berharap melalui transaksi penjualan tersebut perusahaan dapat memperoleh uang sejumlah US$ 41 miliar.

Berdasarkan informasi dari AFP, dijelaskan bahwa dana aset yang dijual tersebut berjumlah US$ 18 miliar. Dan diantaranya akan dialokasikan untuk membeli saham kembali atau yang disebut dengan buyback. Kemudian sisanya akan dipergunakan untuk melunasi hutang dan meningkatkan cadangan kas perusahaan.

Masayoshi Son selaku CEO Softbank menerangkan bahwa program buyback yang dilakukan oleh perusahaannya merupakan penjualan buyback yang terbesar dalam catatan sejarah perjalanan Softbank. Namun semua akan kembali memberi imbas manfaat yang besar pula. Terutama untuk neraca dan pembayaran hutang perusahaan.

Masayoshi yakin keputusan ini akan menaikkan neraca keuangan Softbank, disamping itu pun akan mengurangi beban hutang perusahaan. Keuntungan lainnya ialah akan bertambahnya saldo kas yang juga akan menjadi peningkatan terbesar bagi industri perbankannya.

Pernyataan yang diumumkan kepada publik ini sontak membuat harga sahamnya naik 18%. Dan tentu ini merupakan peluang besar untuk dimanfaatkan oleh Softbank. Pihak bank mengatakan bahwa hal tersebut adalah pertanda jika para investor memiliki kepercayaan pada Softbank.

Sebagai tambahan informasi, bahwa Softbank menjadi salah satu calon investor ibukota baru nantinya di Kalimantan Timur. Tepat pada bulan Januari lalu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan mengatakan bahwa raksasa telekomunikasi dan media asal Jepang itu telah bersedia menanam investasi modalnya senilai US$ 30 miliar atau jika di rupiahkan menjadi Rp 495 triliun (berdasarkan perkiraan Rp 16.500 per dolar AS)

Investasi yang dilakukan oleh raksasa perusahaan telekomunikasi Jepang tersebut tentunya sangat besar. Perusahaan yang memiliki nama besar ini sedang memperbaiki keuangan perusahaannya agar menjadi lebih baik lagi.

Perusahaan yang didirikan sejak 3 September 1981 ini yakin bahwa rencana besar yang akan dijalankan ini merupakan solusi tepat untuk memperbaiki neraca keuangan dan berbagai lini permasalahan lain. Salah satunya terkait hutang yang akan banyak terbantu melalui hasil penjualan aset. Dipandang sebagai perusahaan terkemuka dan besar di Jepang, rencana penjualan asetnya pun langsung mencuat hingga menarik banyak minat investor.

Dengan harga saham yang semula 9980 (TYO) diperkirakan juga akan mengalami penguatan dan peningkatan. Disisi lain pencatatan rekor penjualan aset terbesar dilakukan oleh Softbank diperkirakan akan memberi dampak positif lain pada manajemen perusahaan. Mengingat perusahaan adalah perbankan dan lembaga industri telekomunikasi yang sangat terkemuka di Jepang.