Dahulukan Sholat atau Melayani Suami? Begini Islam Menjawab

41

Shalat merupakan tiang agama bagi penganut agama Islam. Kata tersebut bermakna bahwa sholat adalah ibadah yang harus ditegakkan dan senantiasa dijaga. Begitu juga dengan berumah tangga. Segala sesuatu yang berkenaan dengan hidup berumah tangga adalah bagian dari ibadah. Lebih lagi jika hal tersebut meliputi urusan terkait melayani suami.

Bagaimana Islam Memandang Hukum Melayani Suami?

Setelah menikah, kebutuhan diri juga akan bertambah yaitu kebutuhan biologis. Kebutuhan tersebut termasuk dalam kategori ibadah bagi pasangan suami istri. Sehingga, Allah menjatuhkan hukum melayani suami adalah wajib. Dalil yang melandasi pernyataan tersebut terdapat pada hadits riwayat Ahmad, Bukhori, dan Muslim menyebutkan bahwa istri yang menolak melayani suami akan dilaknat oleh malaikat.

Dari hadits tersebut sudah jelas bahwa hukum melayani suami adalah wajib. Dan Allah menyertakan bagaimana cara melayani suami yang baik berdasarkan surah Al-Baqarah ayat 228.

Lantas, Apa yang Harus Dilakukan Ketika Shalat dan Melayani Suami Berdatangan Dalam Satu Waktu?

Dalam sebuah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban, Rasulullah menyatakan bahwa “jika seorang wanita melaksanakan shalat lima waktu, melaksanakan puasa, dan menaati suaminya, maka Ia akan masuk surga melalui pintu mana saja.

Dalam hadits tersebut telah terlihat jelas bahwa Rasulullah mendahulukan shalat dibandingkan dengan melayani suami. Namun, terdapat beberapa perkara yang harus dipertimbangkan ketika memilih untuk melaksanakan shalat terlebih dahulu. Hal ini tidak terlepas dari hukum yang dijatuhi akan wajibnya melayani suami.

Beberapa alasan yang diutarakan ketika para istri lebih memilih shalat ialah seperti terbiasa melaksanakan shalat berjamaah, memandang shalat merupakan ibadah utama, hingga menganggap permintaan suami terkesan “direkayasa”. Betapa tidak, sebaiknya sang suami dapat menghindari terjadinya hal tersebut mengingat kewajiban umat muslim adalah memutuskan untuk melaksanakan sholat terlebih dahulu.

Manakah yang Harus Didahulukan?

Jika dilihat dari pertanyaannya, shalat dan melayani suami adalah kewajiban bagi perempuan. Lagi, pasti terdapat beberapa hal yang harus dipertimbangkan. Jika alasannya adalah shalat merupakan tiang agama yang harus dipenuhi panggilannya, maka hal yang harus dilakukan adalah melaksanakan shalat. Namun, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dalam masalah ini.

Seorang istri diwajibkan untuk melayani suami terlebih dahulu karena hal tersebut dianggap akan merusak kekhusyukan sholat nantinya. Syekh M. Romli dalam bukunya menegaskan bahwa makruh nilainya ketika sholat dilakukan dalam keadaan yang terburu-buru. Bahkan, ada yang beranggapan bahwa melayani suami ketika azan menghimbau diibaratkan dengan mensucikan diri. Sebelum melaksanakan sholat, Anda dan suami akan melakukan mandi atau mensucikan diri terlebih dahulu.

Lebih lagi, mereka yang beranggapan bahwa melayani suami lebih dahulu dilakukan karena waktu shalat yang tersedia cukup lama. Dengan kata lain, ada yang mengumpamakan bahwa melayani suami diibaratkan seperti membuang hajat karena bersifat “kebelet”. Segala sesuatu yang demikian itu memang seharusnya disegerakan untuk dilakukan.

Meskipun demikian, para suami pun tidak boleh semena-mena meminta istri untuk melayani ketika waktu shalat tiba. Alangkah baiknya agar terlebih dahulu melaksanakan ibadah shalat lalu disusul dengan melayani suami.

Nah, itulah ulasan singkat mengenai mana yang harus didahulukan antara sholat atau melayani suami. Terdapat beberapa alasan yang menyertai perkara tersebut sehingga pembaca diminta untuk memikirkan mana hal yang benar-benar harus didahulukan. Ya, semua hal tersebut memiliki alasan dari berbagai lingkup dan kita diminta untuk cerdas dalam memahaminya. Wallahua’lam bisshawab.