Corona Sampai di Papua, Akses Ditutup Sementara

22

Jakarta, 25 Maret 2020, Pemerintah Provinsi Papua Kastorius Sinaga mengatakan bahwa akses jalur penerbangan dan pelayaran menuju Papua ditutup sementara. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut berdasarkan perintah Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian. Pencegahan dari penyebaran virus corona ini pun membuat penjagaan di pos-pos perbatasan lebih diperketat oleh aparat TNI.

Hal ini dibuktikan dengan surat otentik yang diterbitkan oleh Mendagri kepada Pemerintah Papua yang berisi perintah untuk menjaga ketat pos perbatasan dalam rangka upaya pencegahan covid-19. Petugas pos perbatasan diminta untuk mengecek setiap orang yang hendak masuk maupun keluar. Langkah tersebut diambil demi meminimalisir potensi penularan virus di Papua.

Kastorius menetapkan perintah tersebut berdasarkan instruksi tertulis bernomor BWN/86.03/734/III/2020 yang ditandatangani oleh Menteri Dalam Negeri, yakni Tito Karnavian. Tito meminta bantuan tim Tentara Nasional Indonesia untuk mengerahkan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Negara (Satgas Pamtas) agar terus berusaha semaksimal mungkin mencegah penularan virus corona.

Di dalam surat tersebut, Tito menegaskan bahwa titik-titik perbatasan lintas antar negara harus dijaga dengan ketat. Terutama pada perbatasan yang tidak berstatus resmi. Hal ini menyangkut perbatasan darat dan juga perbatasan laut. Demi mencegah lalu lintas yang dapat memicu penularan virus corona.

Mendagri juga telah mengeluarkan intruksi berupa dukungan unuk para Petugas Pemeriksaan dan Pelayanan Batas Negara (PLBN) saat sedang bekerja di daerah perbatasan. Sementara itu, Kastorius juga menjelaskan bahwa Papua tidak menerapkan sistem lockdown terkait pandemi corona. Namun pemerintah hanya melakukan tindakan penjagaan yang sangat ketat di jalur perbatasan yaitu pada pos-pos keluar masuk negara.

Beberapa warga negara Indonesia yang berada di luar perbatasan diminta untuk kembali ke negara, begitu pun jika ada WNA dari negara seberang pun diminta untuk kembali. Mendagri dan Pemda telah berunding membahas persoalan tersebut.

Pada kesempatan lalu, Gubernur Papua Lukas Enembe mengatakan bahwa mulai tanggal 26 Maret sampai 9 April 2020, lalu lintas orang dan penumpang baik melalui jalur laut maupun udara akan ditutup sementara. Keputusan tersebut diambil demi menekan angka penularan corona di Papua. Akan tetapi, pengiriman barang dan makanan akan tetap dibuka.

Jalur ditutup selama 14 hari kedepan akan diperpanjang apabila terjadi peningkatan jumlah pasien terjangkit virus corona di Papua. Enembe tidak menyebutkan sistem lockdown bagi Papua, namun hanya untuk menerapkan social distancing.

Papua tengah menyandang Status Siaga Darurat sejak 17 Maret 2020 lalu. Status tersebut akan berlangsung hingga 17 April 2020 atau terhitung satu bulan penuh. Hal tersebut ditetapkan mengingat jumlah ODP, PDP dan pasien positif corona di Papua.