Cintaku Bersemi di Pusbah (Pusat Bahasa)

37

Hari yang cerah untukku pagi ini. Tidak ada macet seperti biasanya dan yang terpenting aku tidak terlambat masuk kuliah. Oh, ya. Aku belum memperkenalkan diriku pada kalian. Perkenalkan namaku Saffron. Aku seorang mahasiswi di salah satu kampus terbaik di kota Medan. Sekarang aku duduk di semester 7.

            Aku memiliki hobi yang unik jika mata kuliahku selesai, yaitu aku sangat suka pakai wifi. Maklumlah, namanya juga mahasiswa memanfaatkan fasilitas yang ada. Sampai-sampainya, aku dijuluki oleh teman-teman sekelas ku gadis Wifi. Gelar yang mereka berikan padaku karena aku selalu ada jika ada wifi.

            Dan aku tidak malu akan gelar tersebut. Selama aku tidak melakukan hal yang konyol. Meski begitu, banyak kok dari teman-temanku yang suka minta bantuan padaku jika sudah menyangkut tentang namanya Wifi. Mereka akan memintaku untuk men-dwonload film yang mereka sukai.

            Aku tahu mereka memanfaatkanku.

            Meski demikian. Aku tidak mudah untuk membantu mereka semua. Jika mereka ingin meminta bantuanku. Ya, mereka harus bayar. Istilahnya, tidak ada yang gratis di dunia ini. Emangnya, kamu mau duduk satu harian hanya men-download flim yang mereka suka tanpa dibayar. Tentu saja, tidak kan?

            Untuk itu, mereka harus membayar Rp. 5000. Satu flim. Awalnya, mereka tidak mau. Tapi, karena tidak ada waktu untuk duduk satu harian menunggu flim yang didwonload. Ya, mereka terpaksa meminta bantuanku dan membayar jerih payahku.

            Karna itu, aku sangat senang memiliki hobi yang unik ini. Tempat favoritku untuk main wifi adalah di pusbah. Pusbah itu adalah pusat bahasa. Dimana semua mahasiswa di kampus ku boleh memanfaatkan fasilitas yang ada. Seperti tempat duduk dan tempat colokan untuk mengisi daya bateri laptop jika sudah habis. Yang terpenting dari semua itu. Kita bisa makan.

            Biasanya, di kampus aku ada beberapa tempat yang tidak boleh makan. Takut kami meninggalkan sampah sembarangan. Kalo aku, tidak seperti itu. Aku selalu membuang sampah pada tempatnya.

            Nah, itulah cerita singkat tentang diriku. Aku harus buru-buru ke pusbah. Kebetulan aku ada job. Banyak teman yang meminta flim padaku dan aku harus cepat. Sebelum tempat duduk diambil sama anak lain, yaitu anak teknik. Saingan terberatku dan juga ikut-ikutan memiliki job seperti aku.

            Namanya, Dony stambuk 2014. Jurusan teknik sipil. Awalnya, dia bukanlah sainganku. Tapi, dia bisa menjadi sainganku karna dia selalu memperhatikan aku yang selalu dwonload flim dan dia selalu bertanya.

            “Kenapa kamu selalu dwonload flim yang banyak-banyak. Emangnya, kamu bisa menonton flim itu semua?”

            “Tentu saja, tidak. Mana mungkin bisa aku tonton semua. Flim-flim ini permintaan temanku.”

            “Kenapa kamu yang dwonload kenapa bukan mereka?”

            “Karna ini job aku. Aku mendapat uang dari setiap flim yang aku dwonload.”

            Jelasku padanya dan saat itu juga, aku memberi dia ide dan peluang padanya untuk membuka usaha yang sama denganku. Setelah kejadian itu, Dony menjadi saingan beratku. Dony dengan mudahnya mengambil setiap pelangganku. Dia melakukan cara licik untuk menarik perhatian pelangganku. Dan aku tidak mau bangkrut gara-gara dia.

            Sejak aku tahu dia memiliki usaha yang sama denganku. Aku jadi benci dia. Aku selalu memasang muka jutek padanya. Jika kami bertemu. Seperti saat ini, aku bertemu dengan dia. Dia tersenyum manis padaku seperti biasa. Seolah-olah dia tidak memiliki salah apa-apa padaku.

            Aku berjalan dan tidak membalas sapaannya. Aku langsung duduk tempat dudukku. Aku membuka laptop segera melaksanakan pekerjaanku dan harus cepat pergi dari hadapan Dony yang lama-lama membuat aku bête dan ingin menghajarnya. Tapi, itu tidak pernah terjadi. Karna aku tidak tahu bela diri yang bisa aku lakukan hanya marah dalam hati dan tidak bicara dengan dia sama sekali.

            “Hei… Saffron. Ini aku bawa makanan.” tawar Dony menghampiri tempat dudukku dan dia berani-berani duduk di sampingku.

            “Tidak. Terima kasih, aku sudah ada makanan.” jawabku jutek dan kembali menatap layar laptopku.

            “Jutek banget sih. Kayak kamu lagi ada banyak job.” tanya lagi memperhatikan layar laptopku.

            “Bukan urusanmu. Urus urusanmu sendiri dan jangan kepo.”

            “Kamu kenapa sih Saffron. Lagi PMS, bilang dong.”

            “Ia, aku lagi PMS. Bawaannya marah-marah sama kamu, jadi jangan ganggu.”

            “Masa kamu PMS-nya setiap hari. Apalagi jumpa sama aku, sebenarnya kamu kenapa Saffron?”

            “Kamu tanya kenapa? Kamu seharusnya tahu, kenapa aku kek gini sama kamu.”

            “Aku gak tahu makanya nanya?”

            “Sudahlah, aku mau focus sama dwonload flim. Malas debat sama kamu yang gak pernah ngerti. Salah, bukan gak ngerti. Tapi, tidak pernah merasa bersalah.”

            “Maksud kamu apa sih? Aku gak ngerti?”

            “Kalo gak ngerti baca buku biar lebih ngerti.” jawabku emosi. Bahkan udah dikasih kode. Apa akar masalah kami berdua. Tapi tetap aja gak ngerti dan gak paham. Atau jangan-jangan dia pura-pura untuk buat aku kesal. Karena job dia semakin banyak. Awas aja kalo seperti itu, aku gak akan tinggal diam.

            “Tapi, benaran aku gak ngerti kenapa kamu seperti ini. Dulu kamu tidak seperti ini padaku. Apa aku buat salah samamu?”

            Kesabaranku sudah habis. Aku menatapnya curiga.

            “Kamu benar-benar tidak tahu kenapa?”

            Dony mengangguk.

            “Ok. Aku jelaskan padamu. Aku marah dan bahkan benci sama kamu karna kamu udah ambil job aku dan aku gak suka teman baikku tega mengambil jobku.” jelasku terang-terangan. Tapi, Dony malah tertawa terbahak-bahak. Aku jadi takut melihatnya. Apakah Dony memiliki kelainan mental. Atau dia senang melihat aku seperti ini.

            “Kamu tertawa. Berarti, kamu senang melihat aku seperti ini?”

            “Tidak, Saffron kamu salah besar. Aku tidak pernah mengambil jobmu. Tidak sama sekali.” ucapnya menatapku dengan tatapan Lembut. Aku merasa tidak enak dengan tatapan itu. Apalagi, jantungku. Jangtungku berdetak tidak karuan.

            “Kamu pasti bohong. Buktinya, kenapa banyak dari mereka datang padamu bukan padaku lagi. Kalo bukan kamu mengambil job aku. Ayo, ngaku aja.” ucapku tidak percaya.

            “Kamu salah paham. Aku melakukan itu untuk kamu Saffron.”

            “Untuk aku.” tiba-tiba aku merasa aneh dengan sikap dia yang tiba-tiba peduli padaku.

            “Kenapa?” tanyaku lagi.

            “Karna aku sayang kamu.” ucapnya membuat aku syok. Apa Dony suka padaku. Tidak mungkin, dia pasti bercanda.

            “Kamu gak usah banyak alasan. Gak usah bilang kalo kamu suka sama aku. Bilang aja yang sebenarnya.”

            “Tapi, aku serius. Aku benar-benar suka samamu. Aku selama ini bantu kamu. Aku tidak tega melihatmu harus duduk seperti ini satu harian. Untuk itu aku membantumu diam-diam. Kamu bisa tanya pada teman-temanmu jika kamu tidak percaya.”

            Benarkah? Yang dikatakan Dony. Tapi, tunggu dulu. Terkadang aku mendapat bayaran lebih dari flim yang aku dwonload. Jika aku tanya, bonus buat kamu aja. Karna pasti capek juga nunggu satu harian apalagi sampai kena marah kalo belum selesai download flimnya. 

            Tapi, mereka tidak pernah bilang sesuatu padaku. Apalagi tentang Dony. Heii…, pernah. Tika pernah bertanya sekali padaku. Tapi, saat itu aku sudah terlanjur benci pada Dony. Karna sudah mengambil pelangganku. Jadi, aku tidak mau membahas tentang Dony padanya dan anehnya lagi. Aku tidak curiga pada Tika yang mengenal Dony. Padahal, aku tidak pernah bercerita pada siapa-siapa tentang pengalamanku di pusbah.

            Apalagi saat bertemu dengan Dony pertama kali. Jujur aku juga suka padanya. Karna Dony itu baik dan juga tampan, tampangnya tidak kalah dengan boyband korea. Cuma rasa sukaku berubah jadi benci karna kesalah pahaman ini.

            “Jadi, kamu benar-benar suka padaku?” tanyaku untuk menyakinkan.

            “Tentu, saja. Buat apa, aku selalu datang ke tempat ini kalo bukan karnamu. Kamu aja yang gak pernah peka sama perhatianku.”

            Aku tertawa malu. Aku bukannya tidak peka, terkadang aku juga baper dengan perhatianmu yang selalu membawakanku makanan meski aku selalu menolak. Tapi, aku sangkal karna aku masih benci samamu.

            “Aku kan mana tahu kamu suka sama aku. Aku kira kamu hanya ingin panas-panasin aku karna dapat banyak duit dari hasil download. Wajar dong aku gak peka.”

            “Jadi, kalo sekarang udah peka sama aku?”

            “Sedikit.” jawabku malu.

            “Kok sedikit. Sepertinya belum percaya sepenuhnya sama aku.” ucapnya cemberut padaku. Anehnya, aku suka ekspresi wajahnya seperti ini semakin membuat dia imut. Aku suka…

            “Ya, masih kayak mimpi aja rasanya. Dony anak teknik sipil suka sama aku. Kamu kan terkenal cowok dingin. Hanya mau cakapan kalo ada perlu aja.”

            “Aku sudah berubah sejak kamu muncul dihadapanku dan langsung duduk di sampingku tanpa mengucapkan sepata dua kata untuk izin duduk.”

            Ya, aku jadi ingat. Pertemuan pertama kami. Waktu itu, aku langsung duduk saja di sampingnya. Karena waktu itu, hanya bangku di sampingnya yang kosong. Jadi, aku langsung duduk saja tanpa permisi. Anehnya lagi, aku tidak peduli dengan tatapan dia yang tidak suka saat aku duduk di sampingnya. Aku malah fokus sama laptopku. Tapi, aku risih dengan tatapannya, aku pun bertanya padanya. Setelah  tahu, apa masalahnya. Aku marah besar padanya. Aku membentak-bentak dia dihadapan semua orang. Saat itu, aku tidak peduli. Jika aku harus diusir. Aku marah sebab Dony bilang tidak ada yang bisa duduk disini. Karena ini tempat favoritnya. Semua mahasiswa waktu itu memang takut padanya. Karena Dony terkenal sangat dingin dan memiliki tatapan mata untuk melumpuhkan lawannya tanpa harus mengeluarkan tenaga.

            Sementara, cewek-cewek yang lain. Mudah sekali nurut sama dia. Tapi, aku berbeda dengan mereka. Aku keluarkan semua kata-kata mujarabku padanya yang pada akhirnya membuat dia mengalah. Karena dia malu ditatap semua orang hanya karna masalah tempat duduk. Suka tidak suka, akhirnya aku dan dia selalu duduk bersama. Awalnya, kami berdua masih diam-diaman. Tidak peduli satu sama lain. Namun, rasa penasarannya muncul karena aku tidak pernah sedikit pun meliriknya. Tidak seperti teman-temanku cewek yang datang menghampiri ku untuk meminta flim yang mereka pesan. Tapi, sebenarnya tujuan mereka adalah untuk melihat Dony. Si cowok tampan yang terkenal dingin di pusbah dan banyak di sukai cewek.

            Karena dia yang mulai percakapan. Maka kami berdua pun berteman, dugaan ku tentang Dony selama ini salah. Dia berbanding terbalik dari apa yang aku nilai dari sikapnya. Dony sebenarnya ramah pada semua orang. Tidak seperti yang dikatakan orang tentang dirinya. Hanya karena wajahnya yang selalu dingin yang membuat mereka berkata seperti itu. Tapi, hatinya sangatlah baik. Dony selalu membawa aku makanan tanpa aku minta. Dia selalu ada jika tiba-tiba laptopku rusak. Dia selalu mengingatkanku untuk datang ke pusbah.

            Karena sikap baiknya itu, aku juga menyukainya. Terkadang aku juga sering ke pusbah untuk bertemu dengan dirinya meski tidak ada job. Rasa benci yang pernah aku berikan padanya berubah jadi cinta. Aku tidak tahu apa yang membuat dia suka padaku. Karena aku tidak pernah sedikit pun berpenampilan cantik di hadapannya. Aku tampil apa adanya untuk dirinya.

            “Apa yang membuatmu suka padaku?”

            “Kamu tidak tahu?” Aku menggelengkan kepalaku. Karena tidak tahu.

            “Karna kamu telah memikat hatiku.”

            Aku tersenyum, aku tidak berkata apa-apalagi. Aku tidak butuh alasan, kenapa dia suka padaku. Sama halnya dengan diriku. Menyukainya tanpa alasan. Kini yang aku tahu, bahwa aku dan dia saling menyukai.

Tamat