Ini Ancaman China Untuk AS Soal Rudal di Kawasan Asia Pasifik

7
China Ancam AS jika Menyebar Rudal di Kawasan Asia Pasifik

Amerika yang berencana menempatkan rudal jarak menengah di Asia mendapat balasan dari china. China mengancam amerika bahwa mereka juga akan melakukan tindakan yang sama jika Amerika masih melakukan penempatan sistem rudal jarak menengah di kawasan Asia – Pasifik. Direktur Pengendalian Senjata Kementerian Luar Negeri China, mengatakan bahwa china tidak akan berdiam diri dan mengambil tindakan sepadan sebagai tindakan balasan untuk AS yang mengerahkan sistem rudal darat jarak menengah di kawasan Asia Pasifik.

Fu juga berujar agar negara – negara sekutu AS di Asia Pasifik seperti Australia, Jepang, dan Korea Selatan, agar tidak mendukung tindakan sepihak dari AS yang bertujuan menempatkan sistem persenjataan mereka di kawasan Asia – Pasifik. Fu mengatkan jika AS mengerahkan rudal di pintu gerbang kawasan cina, maka cina terpaksa juga mengambil tindakan balasan. Pihaknya pun mendesak negara – negara tetanga china agar mendesak negara di sekitarnya agartidak mengizinkan penyebaran rudal jarak menengah AS di Asia Pasifik.

Fu tidak memberikan penjelasan yang lebih detail terkait tindakan balasan cina terhadap AS, jika AS masih berkeinginan dan bahkan menempatkan sistem rudal mereka di Asia. Fu mengatakan bahwa jika AS masih ngoto ingin menempatkan rudal mereka di Asia Pasifik, pemerintah china pun akan mempertimbangkan semua opsi. Apalagi, jika sekutu AS di Asia mengizinkan tindakan tersebut.

Fu juga mengatakan perbedaan kuantitas persenjataan nuklir china, AS dan Rusia. Menurut Fu hal tersebut tidak masuk akal atau bahkan tidak adil untuk menyeret china dalam negosiasi pengurangan senjata. Ancaman tersebut dikeluarkan pemerintah china setelah Mark T Esper, menteri pertahanan AS berkeinginan untuk mengerahkan sistem rudal darat di Asia pekan lalu.

Pernyataan tersebut keluar setelah pemerintah AS, secara resmi keluar dari perjanjian nuklir yang dibuat selama perang dingin dengan Russia yang dikenal dengan INF Treaty. Esper pun berkeinginan untuk menempatkan rudal darat AS di kawasan Asia delam beberapa bulan ke depan. Tapi dirinya juga tidak menjelaskan secara lengkap waktu dan tipe senjata yang akan dikerahkan oleh AS di kawasan tersebut. Menurutnya, senjata – senjata tersebut membutuhkan pengerahan waktu yang lebih banyak untuk dimobilisasi.

Pekan lalu, AS berencana untuk membuat infrastruktur militernya di Australia dengan mengalokasikan dana sebesar US$211,5 juta atau setara Rp2,9 triliun. Perluasan pengaruh militer AS dikawasan Asia membuat china dan korea utara terganggu. Persaingan AS dan china ini meningkat setelah terlibat pada perseteruan dibidang perang dagang, sekarang ditambah lagi dengan penyebaran rudal darat AS di kawasan Asia.

Hal ini semakin menambah meningkatnya suhu perseteruan AS dengan China. AS acap kali mengeluarkan kebijakan yang cukup controversial, setelah sebelumnya juga ingin melakuakan penempatan rudal mereka di eropa yang berbatasan dengan Russia. Tak hayal, hal ini membuat pemerintah rusia melakukan tindakan sepadan dan memprotes kebijakan AS tersebut.

Sumber : cnnindonesia.com