Cegah Virus Corona Ribuan KLM dan Air New Zealand Dipecat

22

Wellington, 17 Maret 2020 – sebanyak 2 maskapai saat ini memecat hingga ribuan karyawannya. Pertama maskapai dari Selandia Baru bernama Air New Zealand  dan satu lagi KLM. Kurang lebih hingga 30 persen  dari semua karyawan yang ada di pecat, tentunya hal ini bukanlah jumlah yang sedikit dan memberikan dampak negatif pula.

Greg Foran sebuah memo internal perusahaan dari CEO Air New Zealand menyebutkan perusahaan  menyebutkan perusahaan memecat sejumlah karyawan agar biaya operasional dikurangi. Jadi sebanyak 30 persen dari total karyawan dikurangi. Pengurangan karyawan ini tentunya menjadi masalah bagi bertambahnya pengangguran di Selandia Baru.

Selain itu, perusahaan menyebutkan  agar tingkat redudansi dikurangi, staf didorong  untuk mengambil cuti tahunan, cuti panjang hingga bahkan jika memungkinkan juga diizinkan untuk cuti tanpa dibayar. Perusahaan mengungkapkan bahwa maskapai tidak bisa terbang selama 12 bulan ke depan jika jumlah penumpang masih dengan jumlah yang sama.

Sementara itu, sebanyak 2000 karyawan dipecat di maskapai KLM sebagai langkah pencegahan penyebaran virus corona.  Total karyawan yang dimiliki maskapai asal dari Belanda ini kurang lebih 33 ribu karyawan. Pieter Elbers sebagai kepala eksekutif  menyebutkan KLM  akan memberlakukan jam kerja pendek untuk karyawan yang masih berada di maskapai tersebut.

Bahkan diperkirakan dalam beberapa bulan yang akan datang, sebanyak 1500 hingga 2000 pekerjaan akan dikurangi. Selain itu,  juga termasuk pemutusan hubungan kerja misalnya pekerjaan paruh waktu. Selanjutnya juga diramalkan KLM bahwa akan turun sebesar 20 persen jumlah penerbangan di bulan Maret dan sekitar 30 persen di bulan April. Hal ini terjadi karena  sebagai langkah pencegahan virus corona penerbangan ke Italia dan ke China dihentikan untuk sementara waktu.

Selanjutnya seperti yang disebutkan oleh Air France bahwa dalam beberapa bulan ke depan bisnis maskapai akan dipukul oleh  wabah virus corona. Bahkan sebanyak 0,5 persen penumpang sudah berkurang dari maskapai ini sejak Februari lalu.

Oleh karena itu, ke depannya diprediksi kurang lebih 150 juta euro sampai 200 juta euro akan hilang dari maskapai  sampai bulan April mendatang. Hal ini tentunya berdampak tidak baik terhadap bisnis penerbangan di Selandia Baru.

Wabah virus corona menjadi sesuatu yang menakutkan bagi semua orang. Hal ini juga bisa dilihat  dari maskapai Air New Zealand dari Selandia Baru dan maskapai KLM dari Belanda yang memecat sejumlah karyawannya. Hal ini bahkan ada yang diberlakukan cuti panjang, cuti tahunan hingga cuti tanpa dibayar jika memungkinkan. Melihat hal ini sebagai bukti bahwa wabah virus corona sudah merambah hingga ke berbagai bidang industri.