Cara Mengendarai Mobil Matic di Tanjakan

83

Jika kamu ingin berlibur ke daerah puncak atau pergi keluar kota memang paling nyaman mengendarai mobil matic. Walaupun melelahkan, rasanya jauh lebih baik dibanding menyetir mobil manual. Tapi mengendarai mobil matic memang memiliki tantangan tersendiri apalagi jika harus melewati jalanan yang menanjak dan macet.

Kalau mobil kamu matic, kamu tidak perlu khawatir tentang kopling; kamu cukup bermain dengan pedal, rem tangan, dan tahan transmisi di D (drive). Nah jika mobil kamu memiliki bantuan hill-hold atau bantuan hill-start, maka mobil akan menahan rem secara otomatis selama 1-2 detik setelah kamu melepaskan rem kaki.

Beberapa kendaraan memiliki rem tangan hidrolik dengan penonaktifan otomatis setelah pedal gas ditekan. Dalam hal ini, kamu tidak perlu khawatir tentang melepaskan rem tangan, meskipun perlu diketahui bahwa mobil kamu dapat sedikit tersentak.

Ketika kamu mengendarai mobil di jalan tanjakan, kamu membutuhkan lebih banyak daya daripada yang biasanya jika mobil digunakan di jalan yang datar. Transmisi otomatis akan menurunkan gigi saat kamu berkendara menanjak, tetapi kamu masih dapat melakukan penyesuaian manual untuk mencegah pemindahan berlebih.

Menggunakan pengaturan D1, D2 atau D3 akan mencegah mobil kamu berpindah ke gigi yang lebih tinggi, yang memungkinkan torsi mobil kamu digunakan secara lebih efektif pada tanjakan.

  • D1 – Kamu dapat beralih ke D1 menggunakan tuas yang sama yang kamu gunakan untuk beralih antara Drive (D), Park (P), dan Neutral (N). Gunakan gigi pertama untuk tanjakan yang sangat curam dan kecepatan rendah. Gigi 1 juga berguna ketika mengemudi menuruni lereng yang sangat curam, dimana hal ini dapat membantu memperlambat mobil kamu.
  • D2 – Gunakan mode D2 pada tanjakan yang agak curam, dan untuk menambah kecepatan setelah gigi pertama. Gigi 2 memungkinkan mobil kamu untuk berjalan lebih cepat dari gigi 1.
  • D3 – Ketika mobil kamu dalam mode D3, mobil ini hanya akan menggunakan 3 gear yang dapat membantu menstabilkan kecepatan, tetapi mesin tidak akan memiliki torsi yang cukup untuk mempertahankan kecepatan di gigi yang lebih tinggi.

Lalu bagaimana kalau saat melalui jalan menanjak terjadi kemacetan?

Ada beberapa cara tergantung kondisi jalanan yang kamu lalui. Cara pertama tergolong lebih mudah yaitu menunggu di dasar tanjakan sampai mobil depan kamu semuanya sudah melewati tanjakan tersebut dan barulah kamu melaluinya.

Cara kedua agak sedikit lebih membutuhkan keahlian dan latihan, yaitu memainkan pedal rem, gas dan rem tangan.

Saat sedang berada di jalan menanjak dan tiba-tba mobil depan berhenti, segera pijak rem dan tarik rem tangan kemudian pindahkan transmisi ke posisi N (Netral) selama kemacetan berlangsung.

Kemudian saat mobil di depan kamu mulai bergerak, pijak rem kaki terlebih dahulu sebelum melepas rem tangan, kemudian turunkan rem tangan lalu pindahkan transmisi ke D atau D1 sambil tetap memijak rem kaki, lalu kemudian lepas pijakan pada rem kaku dan rasakan apakah mobil bergerak menanjak atau menurun tanpa menekan gas.

Apabila menanjak berarti tanjakan tidak terlalu curam dan kamu bisa memijak pedal gas dan menjaga jarak dengan normal. Apabila mobil terasa menurun maka segera pijak pedal gas secara perlahan hingga menanjak. Sesuaikan kedalaman pijakan serta jangan panik.

Misalnya kamu memposisikan transmisi di D tetapi mobil sulit bergerak, segera pindahkan ke D1 sambil memijak gas lebih dalam, tetapi ingat untuk tetap menjaga jarak dengan mobil di depan kamu.

Intinya di sini adalah kamu tidak boleh panik sedikit pun. Misalnya mobil menurun dan tidak menanjak, segera saja injak rem kaki, tarik rem tangan, pijak gas hingga RPM naik, kemudian lepas perlahan rem tangan tersebut dan jangan dilepas sekaligus.

Gigi yang lebih rendah benar-benar akan mengurangi beban transmisi mobil, dan kamu akan mendapatkan perjalanan yang lebih mulus dan aman ketika menanjak.

Semoga tips kali ini bisa membantu kamu saat sedang terjebak macet di tanjakan ya. Kalau pertama kali belum terbiasa tenang saja, nanti lama kelamaan insting kamu akan terbiasa kok.