Cara Agar Mertua Tidak Ikut Campur Urusan Rumah Tangga Kita

16

Kehidupan rumah tangga memberi “perjuangan” baru yang harus dijalani. Lebih lagi jika menghadapi mertua yang selalu memberikan pandangan yang berbeda. Terkadang, sebaik apapun kita sebagai menantu kerap kali dikritik karena tidak sesuai dengan pandangan mertua.

Namun, apakah semua pandangan mertua tersebut harus dituruti? Adakah cara yang harus diterapkan agar mertua tidak ikut campur urusan rumah tangga kita?

Meskipun mertua diibaratkan seperti orang tua kita sendiri, adakalanya kita harus berdiri dan mengendalikan urusan rumah tangga kita sendiri. Berikut adalah cara agar mertua tidak ikut campur urusan rumah tangga kita.

1. Cobalah Untuk Mengerti Apa yang Diinginkan Mertua

Setiap orang tua pasangan pasti memiliki cita-cita terhadap pernikahan anaknya. Oleh karenanya, kita sebagai pasangan diharapkan untuk peka terhadap apa yang diinginkan mertua.

Beri mertua ruang untuk memberikan saran terbaik terhadap pernikahan anaknya. Namun, tidak semua keinginan mertua harus dituruti. Kita juga memiliki hak untuk menyaring keinginan mertua jika dirasa akan “berakibat buruk” bagi pernikahan kita.

2. Cobalah Untuk “Berdiri Sendiri” Bersama Pasangan

Agar mertua tidak terkesan mencampuri urusan rumah tangga kita, ada baiknya untuk memutuskan “beridiri sendiri” setelah menikah. Ini bukan hanya mencegah mertua untuk ikut campur urusan rumah tangga kita, tetapi mengajarkan kita untuk menjadi keluarga yang mandiri.

Selain itu, kita dapat memetik pelajaran bahwa menikah bukanlah tentang segala hal indah berdua melainkan bagaimana caranya untuk menjadi pribadi yang senantiasa mampu menerima keadaan, menciptakan rencana masa depan yang baik, dan berpasrah terhadap apa yang sudah digariskan Tuhan setelah berusaha.

3. Cerdaslah Dalam Mengambil Hati Mertua

Percayalah bahwa tidak semua mertua akan bersikap dingin terhadap menantunya. Ini hanya bergantung pada bagaimana cara kita memperlakukan mertua. Ingatlah bahwa mertua memiliki posisi yang sama terhadap orang tua kita sendiri. Jadi, pintar-pintarlah untuk mengambil hati mertua dengan selalu bersikap baik dan adil terhadapnya.

4. Jangan Pernah Miskomunikasi dengan Pasangan

Sadarilah bahwa setiap hubungan yang baik akan bergantung pada komunikasi yang terjaga. Meskipun pasangan kita merupakan pasangan yang sah dan seutuhnya sudah menjadi “milik” kita, jangan pernah menyepelekan hakikat komunikasi yang sebenarnya.

Sebagai pasangan yang baik, kita harus selalu mengomunikasikan apapun kepada pasangan, lebih lagi jika hal tersebut memiliki keterkaitan dengan mertua atau orang tua pasangan.

5. Masalah Apapun yang Tengah Dihadang, Jangan Pernah Mengumbarnya

Meskipun saat ini sosial media tengah ramai digunakan sebagai ajang curhat, jangan pernah melakukan hal yang sama untuk rumah tangga kita. Ini karena apapun yang tengah dihadapi dalam berumah tangga merupakan aib kita sendiri dan tidak pantas untuk menjadi konsumsi khalayak ramai.

Lebih parahnya lagi jika kita memosting segala hal tentang keburukan pasangan, namun kita memiliki koneksi kepada semua anggota keluarga pasangan. Ini akan memudahkan “penyebaran aib” lebih cepat terjadi. Sebaiknya, pikirkan lagi untuk menggunakan sosial media atau mencurahkan hati kepada orang lain apalagi hal tersebut menyangkut pasangan sendiri.

6. Cerdas Dalam Menyaring Segala Sesuatu

Apapun yang dikatakan oleh mertua tentang kehidupan rumah tangga kita, jangan mudah terpancing atau terpengaruh. Apalagi jika mertua memberikan komentar negative tentang rumah tangga kita. Apapun yang terjadi terhadap rumah tangga kita, kitalah yang lebih mengetahui secara pasti kenyataannya. Meskipun kedudukannya adalah sebagai mertua, kita tetap harus memiliki kemampuan untuk memilah hal mana yang patut dicerna.

Nah, itulah beberapa cara yang bisa dilakukan agar mertua tidak ikut campur urusan rumah tangga kita. Intinya adalah menjalin komunikasi yang baik dan buktikan bahwa kita bisa berdiri sendiri dan mengatur kehidupan rumah tangga secara mandiri.