BUMN Menyiapkan Rp 5 Triliun untuk Nasabah Jiwasraya

18

Jakarta 19 Januari 2020 Kementrian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah menyiapkan sokongan dana sejumlah Rp5 triliun. Dana ini dijadikan tahap awal dalam strategi penyelamatan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang dilakukan oleh pihak Kementrian BUMN

Arya Sinulingga, Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), menyatakan bahwa dana tersebut rencananya berasal dari holding asuransi BUMN sejumlah Rp2 triliun dan dari investor sejumlah Rp3 triliun.

Sumber dana investasi tersebut rencananya akan didapat dengan cara melobi PT Jiwasraya Putra, anak usaha Jiwasraya, terhadap investor. Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk menyelesaikan segala masalah keuangan yang sedang melilit perusahaan milik BUMN tersebut.

Arya Sinulingga juga menjelaskan bahwa dana yang sedang dikumpulkan dari investor dan holding tersebut akan dipergunakan untuk keperluan mengembalikan dana para pemegang polis atau nasabah Jiwasraya yang tengah mengalami jatuh tempo.

Arya Sinulingga juga menambahkan bahwa pihaknya sedang melakukan pencarian investor supaya dana nasabah tersebut dapat dikembalikan dan mengalir kembali kepada nasabah. Harapannya adalah pencarian ini segera bisa direalisasikan tepat waktu sehingga bisa digunakan untuk menjalankan ke Jiwasraya kepada nasabah.

Selanjutnya, pihak Kementrian BUMN rencananya akan mulai memberikan dana yang sudah didapat tersebut kepada para nasabah kecil. Eksekusi dari penyaluran ini akan segera dilakukan pada kuartal pertama tahun 2020 ini. Prioritas dari pihak asuransi Jiwasraya memang tertuju kepada para nasabah kecil.

Hal ini dilakukan karena mereka yang menjadi prioritas pada waktu kuartal pertama tahun 2020 ini. Prioritas terhadap

Arya Sinulingga mengatakan bahwa rencana itu akan dilakukan secara bertahap. Diharapkan pada kuartal pertama, kuartal kedua mendapatkan dana Rp5 triliun. Hal ini sudah bisa ditanggulangi hampir setengah. Sedangkan sisanya nanti akan dilakukan dengan bertahap lagi. Diharapkan rencana ini dapat cepat selesai dan para nasabah kecil yang menjadi prioritas itu sudah memperoleh dananya.

Arya juga menyatakan bahwa proses hukum atas kasus asuransi Jiwasraya di saat ini masih berlangsung pada tahap penyidikan Kejaksaan Agung. Pihak Pemerintah bersama DPR terus ikut memantau perkembangan masalah yang terjadi di Jiwasraya.

“Kami di BUMN terus bekerja untuk menyelesaikan kasus Jiwasraya. Dukungan politik dari DPR akan tambah mempercepat proses itu,” ujarnya.

Kasus Jiwasraya menguap setelah perusahaan tersebut gagal membayarkan klaim polis para nasabah yang bernilai Rp802 miliar pada bulan Oktober 2018 lalu. Hal ini diakibatkan oleh persoalan likuditas.

Per September 2019 lalu, manajemen pihak Jiwasraya menyebutkan ekuitas perseroan negatif sejumlah Rp23,92 triliun. Dalam hal ini, liabilitas perseroan mencapai Rp49,6 triliun, sementara itu asset yang dimiliki hanya Rp25,68 triliun.

Hal tersebut mengakibatkan klaim gagal bayar perseroan meningkat hingga Rp12,4 triliun pada tahun lalu.