Bukannya Mendapat Kejelasan Hukum, Novel Justru Dilaporkan Balik

5

Kelanjutan kasus penyiraman air keras yang dialami oleh Novel Baswedan, mantan pimpinan KPK ini sama sekali tidak mendapatkan titik terang. Bukannya mendapat kelanjutan pemeriksaan kasusnya, Novel justru dilaporkan oleh politikus PDIP, Dewi Tanjung. Ia dilaporkan dengan tuduhan melakukan rekayasa kasus.

Dengan menggunakan kerudung merah, Dewi Tanjung mendatangi Polda Metro Jaya pada hari Rabu, 6 November 2019 lalu. Dewi melaporkan Novel Baswedan telah melakukan rekayasa kasus penyiraman air keras pada tanggal 11 April 2017 lalu. Laporan itu bahkan telah diterima oleh pihak kepolisian dengan nomor LP/7171/XI/2019/PMJ, Dit. Reskrimsus.

Menanggapi laporan ini, pengacara Novel, Muhammad Isnur mengatakan bahwa ini merupakan bentuk kriminalisasi terhadap Novel. Laporan yang tidak berdasarkan fakta hukum seperti ini merupakan bentuk fitnah.

“Sungguh ini merupakan tindakan di luar nalar dan batas kemanusiaan. Karena penyerangan yang mengakibatkan NB (Novel Baswedan) mengalami kebutaan jelas dan telah terbukti sebagai fakta hukum. Sudah diverifikasi melalui pemeriksaan medis maupun penyelidikan dan penyidikan aparat Kepolisian,” jelasnya pada publik.

Laporan Dewi Tanjung dapat dianggap menghina pemerintah karena jelas-jelas bahwa 5 rumah sakit ternama telah merawat Novel selama sakit, bahkan Kapolri hingga Presiden Joko Widodo sendiri telah membentuk tim khusus guna mengusut tuntas kasus ini. Jika Dewi Tanjung menganggap bahwa ini adalah rekayasa, maka berarti ia telah menghina banyak sekali perangkat negara yang telah bersusah payah menyelesaikan kasus ini.

Melihat momen pelaporan ini, banyak asumsi yang akhirnya bermunculan. Mulai dari masalah politik uang hingga polemik KPK yang menghadapi UU baru. Menurut Mudzakir, Guru Besar Hukum Pidana di Universitas Islam Indonesia, Dewi Tanjung harusnya lebih berhati-hati karena ia dapat terkena imbas dari laporannya sendiri.

“Kalau enggak ada buktinya laporan dari awal nggak ada tanda-tandanya ya menurut saya dia sudah laporan palsu. Penyidik bisa menangkap langsung yang bersangkutan karena telah mengecoh tentang keadilan. Karena dia sudah bicara secara publik,” jelasnya.

Kini, Novel Baswedan berencana untuk melaporkan balik Dewi Tanjung karena telah mencemarkan nama baiknya. Sang pengacara pun menyetujui rencana Novel ini dan akan segera mempersiapkan berkasnya.