Boris Johnson Puji Kementerian Kesehatan Inggris

14

London, 19 April 2020 – Boris Johnson selaku Perdana Menteri Inggris memberikan pujian untuk Kementerian Kesehatan Inggris. Pujian ini diberikan sebab jasanya dalam menangani wabah corona saat ini, bahkan layanan kesehatan Inggris sudah dianggap Johnson sebagai detak jantung Inggris. Sama halnya Politikus Partai Konservatif  mengatakan sangat berterima kasih ke petugas kesehatan NHS sebab telah menyelamatkan dirinya dari virus corona. Sebelumnya, politikus  ini menjalani perawatan di ICU.

Namun demikian, peralatan medis untuk pemeriksaan virus corona tidak cukup di NHS begitu juga dengan fasilitas kesehatan yang minim. Ahli kesehatan menyebutkan bahwa ini bisa terjadi karena NHS kekurangan modal.

Jika melihat data John Hopkins University maka saat ini kasus Covid-19 di Inggris tercatat sebanyak 115.314 kasus dan pasien yang meninggal hingga hari ini sebanyak 15.498. Kondisi ini harus menjadi perhatian pemerintah dan mengupayakan berbagai langkah pencegahan penyebaran virus corona. Pemerintah Inggris harus menyiapkan langkah-langkah untuk menangani corona ini di saat NHS kekurangan peralatan medis.

Tetapi saat ini di NHS, para dokter dan perawat juga merasa ancaman terinfeksi virus corona ini sebab kurang memadainya peralatan medis corona di tempat tersebut. Bahkan  petugas kesehatan Inggris sendiri menyebutkan alat pemeriksaan virus corona sangat minim sehingga tidak cukup untuk memeriksa semua warga negara tersebut.

Ahli kesehatan menanggapi hal ini dengan menilai sangat sedikitnya modal yang dimiliki NHS selama satu dekade terakhir ini, dimulai tahun 2010 lalu karena krisis keuangan global.  Elias Mossialos juga setuju dengan hal ini.

Profesor Kebijakan Kesehatan London School of Economics tersebut juga mengatakan  sejak tahun 2010 lalu, NHS telah mengalami krisis pendanaan. Sedangkan pengeluaran NHS sebanyak 7,6 persen dari GDP Inggris dan jumlah ini kira-kira sebanding dengan anggaran tahun 2012 silam.

Akibat suntikan dana yang minim inilah, dampaknya dirasakan  saat ini pada penyediaan peralatan dan kesiagaan layanan kesehatan di Inggris tangani penularan virus corona ini. Padahal, jika kembali mengingat kampanye Johnson tahun lalu bersama partainya pernah berjanji akan melakukan penggerekan dana untuk NHS sebesar 34 miliar poundsterling. Jumlah ini jika diubah ke dalam rupiah sekitar Rp 659,3 triliun.

Kenaikan ini akan dilakukan secara bertahap sampai tahun 2024 mendatang. Namun inflasi ini tetap saja jumlah kecil bagi NHS sebab adanya inflasi di Inggris. Jadi, saat ini sedikitnya peralatan pemeriksaan virus corona disebabkan sedikitnya modal yang dimiliki layanan kesehatan di Inggris. Tentunya ini bukan salah pihak NHS tidak menyediakan alat-alat yang memadai.