Bolehkah Fidyah Diberikan Kepada Orang Tua? Ini Jawabannya!

13

Puasa di bulan Ramadhan adalah salah satu kewajiban yang diberikan kepada seluruh umat Islam di dunia. Kewajiban ini sendiri telah diperintahkan melalui Al Qur’an. Allah berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa” (QS. Al Baqarah: 183)

Namun, Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, bagi mereka yang tidak mampu menjalankan puasa, maka diberikan keringanan untuk tidak berpuasa dan diperbolehkan untuk membayar fidyah. Allah berfirman,

أَيَّامًا مَّعْدُودَاتٍ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةُ طَعَامُ مِسْكِينٍ فَمَن تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرُُ لَّهُ وَأَن تَصُومُوا خَيْرُُ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

”Beberapa hari yang telah ditentukan, maka barangsiapa di antara kalian yang sakit atau dalam bepergian, wajib baginya untuk mengganti pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang yang mampu berpuasa (tapi tidak mengerjakannya), untuk membayar fidyah dengan memberi makan kepada seorang miskin. Barangsiapa yang berbuat baik ketika membayar fidyah (kepada miskin yang lain) maka itu lebih baik baginya, dan apabila kalian berpuasa itu lebih baik bagi kalian, jika kalian mengetahui”. [Al Baqarah : 184].

Dari dalil di atas terlihat bahwa seseorang yang tidak sanggup melakukan puasa, maka dibolehkan untuk membayar fidyah sebagai keringanan dalam berpuasa. Namun bolehkah membayar fidyah pada orang tua sendiri?

Sebagian ulama mengatakan bahwa membayar fidyah kepada orang tua sendiri meskipun orang tua termasuk dalam fakir miskin adalah tidak diperbolehkan. Hal ini dikarenakan orang tua sendiri adalah bagian yang wajib dinafkahi.

Syafi’I dalam ‘Al-Umm, (7/68) mengatakan, “Tidak diperbolehkan memberikan makanan dalam kaffarah (tebusan) sumpah kecuali kepada orang yang merdeka, muslim dan membutuhkan. Kalau memberikan makanan kepada orang dzimmi yang membutuhkan atau orang merdeka tidak tidak membutuhkan, tidak diterima. Sehingga hukumnya seperti orang yang belum melaksanakan apapun. Sehingga dia harus mengulanginya. Begitu juga kalau dia memberi makanan kepada orang yang seharusnya dia beri nafkah, kemudian dia (baru) mengetahui (hal itu tidak boleh), maka dia harus mengulanginya.” 

Begitu juga dalam ‘Asna Al-Matholib, (3/3369) dikatakan, “Dianggap miskin dan fakir, keduanya termasuk orang (yang berhak) menerima zakat. Maka tidak diperbolehkan diberikan kepada orang kafir …. Tidak diperbolehkan juga kepada orang yang menjadi kewajiban memberi nafkah kepadanya. Karena kaffarah merupakan hak untuk Allah Ta’ala. Maka mereka termasuk ada sifat (berhak menerima) zakat.

Itulah penjelasan singkat mengenai hukum memberikan fidyah kepada orang tua sendiri. Demikianlah artikel yang singkat ini. Semoga artikel ini mampu menambah wawasan kita tentang Islam.