Beri Komentar, Palestina Laporkan Dubes Amerika

9

David Friedman selaku duta besar Amerika Serikat untuk Israel baru baru ini mengeluarkan pendapat yang menyinggung pemerintah Palestina. David menyatakan bahwa Israel memiliki hak untuk mencaplok bagian-bagian tepi barat. Otoritas Palestina menyatakan hal yang dilakukan David ini menunjukkan bahwa dirinya memiliki kedewasaan politik yang minim.

Saeb Erekat selaku Sekretaris Jenderal Organisasi Pembebasan Palestina juga menyebut David sebagai “duta besar ekstrimis negara pencaplok”. Melalui akun twitter pribadinya, Erekat menyebutkan bahwa visi mereka ialah terkait aneksasi wilayah yang diduduki, sebuah kejahatan perang dibawah hukum internasional.

Dalam cuitan lainnya, Erekat juga menyerukan agar negara negara yang berada dipihak Palestina untuk melakukan boikot terhadap konferensi ekonomi yang digagas oleh Amerika yang akan dilakukan di Yordania pada 25-26 juni tahun ini. Pemerintah Palestina sebelumnya telah melakukan penolakan berulang kali terhadap konferensi ini karena konferensi ini dinilai lebih menguntungkan Israel.

Konferensi ini disebut merupakan salah satu agenda dalam bagian rencana perdamaian bagi Israel dan Palestina yang digarap oleh Amerika Serikat.

Dalam wawancara yang dilakukan dengan New York Times, David mengatakan bahwa secara prinsip Israel berhak atas sebagian wilayah tepi barat ” Dalam kondisi tertentu, menurut saya Israel memiliki hak untuk memiliki beberapa, tidak semua bagian tepi barat” jelas David dalam wawancara itu.

Atas pernyataan ini, otoritas Palestina dan beberapa tokoh oposisi Israel melakukan pengecaman keras atas pernyataan Dubes AS tersebut. Salah satunya ialah Basem Naim yang merupakan anggota kantor hubungan internasional hamas. Menurut Basem, pernyataan David ini adalah hasil pemilkiran desktruktif yang menggambarkan kepemimpinan Amerika yang Ekstrim.

Karena pernyataan ini, David Friedman akan dilaporkan ke Mahkamah Pidana Internasional, langkah ini dikonfirmasi langsung oleh Kementerian Luar Negeri Palestina. Menurut Kementerian, pernyataan ini merupakan perpanjangan dari kebijakan pemerintah AS yang sangat biasa terhadap pendudukan dan kebijakan kolonialis.

“Bagaimana dia bisa membenarkan tindakan Israel yanng ingin mencaplok bagian tepi barat, dimana logikanya dan apa alasannya. Hukum Internasional sudah sangat jelas melarang adanya aneksasi tanah melalui kekerasan serta kenyaatan yan dipaksakan oleh kekuatan” jelas pihak kementerian.

Namun, pemimpin partai Meretz Israel yang merupakan partai oposisi Israel menegaskan bahwa aneksasi pada bagian tepi barat tidak akan menguntungkan Israel hal ini akan menambah masalah baru bagi Israel.

Israel telah menduduki Tepi Barat sejak tahun 1967, perlahan-lahan Israel melakukan perluasan permukiman meskipun dinilai tidak sah oleh komunitas internasional. Pendudukan Israel di tepi barat juga dianggap sebagai penghalang perdamaian Israel dan Palestina.