Benarkah Tradisi Balimau Berasal Dari Tradisi Hindu? Temukan Jawabannya Disini!

26

Ramadhan adalah bulan suci yang penuh berkah, rahmat, dan ampunan. Kehadirannya senantiasa dinantikan oleh seluruh umat Islam di seluruh penjuru dunia. Kepopuleran bulan Ramadhan selalu menjadi euphoria tersendiri bagi umat Islam. berbagai hal selalu disiapkan dalam menyambut sang bulan mulia penuh berkah.

Setiap daerah di Indonesia selalu punya local wisdom yang unik dalam menyambut bulan Ramadhan. Setiap daerah sampai hari ini masih eksis mempertahankan tradisi mereka, meskipun terdapat segelintir orang yang mengkritik tradisi tersebut. Termasuk tradisi balimau masyarakat Minangkabau, provinsi Sumatera Barat.

Anda mungkin pernah mendengar tradisi balimau yang ada di Sumatera Barat. Balimau berarti mandi menggunakan limau atau jeruk nipis. Karena dalam tradisi mandi balimau ada rempah-rempah yang digunakan sebagai pengganti sabun dan shampoo yang digunakan untuk mandi.

Tradisi ini selalu dilakukan pada akhir bulan Sya’ban untuk menyambut bulan suci Ramadhan. Dilakukan di sungai-sungai besar dan bersama-sama. Tradisi ini sering juga dikaitkan dengan tradisi mandinya orang-orang Hindu di sungai Gangga, India. Namun, kedua tradisi ini sebenarnya tidaklah sama.

Tradisi mandi di sungai Gangga yang dilakukan masyarakat Hindu di India ialah untuk membersihkan diri dari dosa-dosa yang pernah mereka lakukan. Salah satu bentuk ritual pengampunan dosa yang diyakini pemeluk agama Hindu. Siapa saja yang mandi di sungai Gangga, diyakini kembali bersih tanpa noda.

Sementara tradisi mandi balimau masyarakat Minangkabau, Sumatera Barat tidaklah demikian. Mandi balimau adalah salah satu kegiatan yang dilakukan masyarakat Sumatera Barat di zaman dulu yang selalu mandi di sungai. Ini disebabkan, dimasa lalu, masyarakat tidak memiliki kamar mandi sendiri. Dan, segala kegiatan mencuci dan mandi dilakukan di sungai yang berdekatan dengan rumah mereka.

Bulan Ramadan, sebagai bulan suci selalu disambut dengan istimewa oleh masyarakat Sumatera Barat. Mandi balimau adalah salah satu cara yang dilakukan masyarakat Minang di masa lalu yang ingin membersihkan badannya untuk menyambut bulan Ramadan, bukan sebuah ritual penghapusan dosa selayaknya dalam keyakinan agama Hindu.

Dari semua ini, terlihat jelas, bahwa esensi balimau dengan mandi di sungai Gangga memiliki tujuan yang berbeda. Mandi balimau bertujuan membersihkan badan untuk menyambut bulan Ramadan, sementara mandi di sungai Gangga yang dilakukan masyarakat Hindu bertujuan untuk membersihkan dosa. Tidak ada orang yang mandi balimau yang dianggap terbebas dari dosa, beda dengan keyakinan orang Hindu yang meyakini setelah mandi di sungai Gangga akan menjadi bersih tanpa dosa.

Nah, dari penjelasan singkat ini, semoga menambah sedikit wawasan kita semua tentang tradisi balimau yang ada di Sumatera Barat.