Benarkah Kemerdekaan Indonesia Pemberian Jepang?

96

Sebuah kemerdekaan akan memiliki nilai apabila diraih melalui perjuangan sendiri. Sementara jika suatu kemerdekaan diraih dengan pemberian semata tentu saja akan tersingkir nila kemerdekaannya. Kemerdekaan atas jerih payah sendiri lebih terdengar sempurna di telinga kita. Begitulah acap kali kita berada di segala tempat pendidikan, doktrin bahwa Indonesia merdeka karena jasa pahlawan sering terdengar.

Bahkan hingga hari ini tidak ada dokumentasi bukti bahwa kemerdekaan Indonesia diperoleh melalui penjajah. Namun, bagaimana dengan munculnya jargon bahwa kemerdekaan Indonesia pemberian penjajah? Benarkah kemerdekaan Indonesia diperoleh melalui penjajah, bukan atas perjuangan pahlawan proklamator yang sering kita dengar?

Wacana kemerdekaan pemberian penjajah sesungguhnya telah ada sebelum kemerdekaan. Ketika jepang merasa di ambang kekalahan perang terhadap sekutu, satu-satunya hal yang dinilai dapat membantu Jepang adalah Indonesia. Maka kita mulai diperkenalkan dengan nama-nama tokoh Jepang yang membantu proses kemerdekaan Indonesia. Kemudian organisasi Badan Penyelidik Usaha-usaha Kemerdekaan Indonesia atau dikenal dengan nama BPUPKI.

Selanjutnya BPUPKI diubah menjadi PPKI atau Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Seperti namanya, BPUPKI maupun PPKI dibuat untuk mempersiapkan segala sesuatu menjelang kemerdekaan. Siapakah yang membentuk PPKI? Yang membentuk adalah Jepang. Lalu apa sesungguhnya manfaatnya bagi Jepang selaku negara penjajah? Tujuannya tidak lain adalah Jepang mempersiapkan diri apabila sekutu sampai di Indonesia, Jepang berharap Indonesia berada di pihaknya bahkan bertempur untuknya.

17-agustus-1945

Pada rapat PPKI, Jepang telah memberikan janji kemerdekaan pada tanggal 24 Agustus 1945. Tapi mengapa kemerdekaan Indonesia dilaksanakan pada tanggal 17 Agustus 1945? Jawabannya adalah karena bom atom yang diluncurkan sekutu di Kota Hiroshima dan Nagasaki akhirnya memaksa Jepang untuk menyerah kepada sekutu tanpa syarat.

Hal ini pula yang pada akhirnya membuat Indonesia khawatir bahwa Jepang tidak akan bisa memberikan kemerdekaan seperti yang dijanjikan pada rapat-rapat sebelumnya. Di satu sisi, inilah kesempatan yang baik bagi para pejuang kemerdekaan untuk membuka kehidupan baru, melepas belenggu dari para penjajah, dan memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

Seperti diketahui bahwa peristiwa meletusnya bom atom akhirnya membuka pikiran golongan muda untuk menyegerakan memerdekakan diri dari penjajah. Namun, tidak demikian halnya dengan Ir. Soekarno yang berpendapat bahwa beberapa hal penting perlu dipertimbangkan, salah satunya ialah apabila memerdekakan diri tanpa izin Jepang, beliau khawatir akan terjadi pertumpahan darah.soekarno

Dari sinilah kemudian para golongan muda mendesak Ir. Soekarno untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Namun pada saat didesak pun Ir. Soekarno tetap bersikukuh untuk menunggu tanggal 24 Agustus 1945, yakni ketentuan tanggal yang diberikan PPKI selaku lembaga bentukan Jepang.

Sikap Ir. Soekarno yang demikian membuat golongan muda berpikir bahwa Ir. Soekarno terlalu tunduk kepada Jepang. Maka, golongan muda yang saat itu sedang menggelora untuk melepaskan diri dari belenggu penjajah melakukan aksi penculikan terhadap Ir. Soekarnno, Ahmad Soebardjo, dan Moh. Hatta. Peristiwa tersebut yang dinamai Peristiwa Rengasdengklok, karena tempat penculikannya berada di Rengasdengklok.

proklamasi

Di sana terjadilah perdebatan antara Wikana dan Ahmad Soebardjo sebagai perwakilan golongan tua dan golongan muda. Wikana mewakili golongan muda sementara Ahmad Soebardjo mewakili golongan tua. Entah bagaimana cara mereka sukses bernegosiasi yang hingga akhirnya mengantarkan proklamasi kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945 yang kemudian diproklamasikan oleh Ir. Soekarno. Maka, ditandai dengan Proklamasi kemerdekaan tersebut artinya Indonesia telah merdeka bebas dari penjajah. Merdeka tanpa penerimaan dari ataupun atas pemberian penjajah.