Benarkah Daging Kambing Pemicu Darah Tinggi? Ini Alasannnya

12

Mendengar kata “Daging” tentunya sudah tidak asing lagi di telinga kita, ada banyak jenis daging yang kita ketahui tanpa terkecuali daging kambing. Daging hewan yang satu ini selalu dijadikan olahan sate atau tongseng. Rasanya yang enak dan khasiat yang terkandung didalamnya, menjadikan daging ini banyak disukai.

Namun, lain halnya dengan yang tidak begitu suka dengan daging ini, selain baunya yang sangat khas ditambah lagi dengan adanya spekulasi bahwa “Jika memakan daging kambing, maka akan memicu darah tinggi”, membuat beberapa orang merasa was-was untuk mengkonsumsi daging yang satu ini. Melihat tanggapan tersebut, benarkah daging kambing dapat memicu darah tinggi? Apakah ini Fakta ataukah Mitos?. Mari kita cari tahu!

– Kandungan yang Terdapat Pada Daging Kambing

Data dari Departemen Pertanian AS, kandungan kalori daging kambing ialah 109 kalori per 100 gram, jumlah ini bahkan paling sedikit dibandingkan dengan daging ayam, sapi, babi, dan domba. Selain itu kandungan protein pada daging ini setara dengan jenis daging merah lainnya. Mengkonsumsinya pun tidak perlu khawatir jika tekanan darah naik sebab, kandungan lemak jenuh pada daging ini lebih rendah dari daging ayam dan daging sapi.

– Daging Kambing Bukan Menjadi Penyebab Pemicu Darah Tinggi

Hal yang menjadi penyebab terjadinya darah tinggi bukanlah berasal dari kandungan daging melainkan ada beberapa faktor yang secara tidak langsung menyebabkan tekanan darah meningkat setelah mengkonsumsinya. Hal tersebut disebabkan karena teknik memasak yang salah.

Melihat olahan daging kambing di Indonesia sangatlah beragam, mulai dari olahan yang digoreng, hingga dibakar. Ditambah lagi diolah dengan bumbu-bumbu yang beragam seperti garam, bumbu penyedap, kecap dan sejenisnya menjadikan kandungan di dalam daging menjadi berkalori tinggi. 

Suhu ketika memasak juga membuat kandungan air yang ada pada daging kambing akan menguap hilang dan yang tertinggal hanya lemak yang berasal dari minyak. Hal ini mengakibatkan daging kambing yang sebelumnya memiliki kandungan kalori yang rendah menjadi berkalori tinggi.

– Tetap Batasi Konsumsi Daging Kambing

Meskipun mengkonsumsi daging kambing bukanlah penyebab utama pemicu munculnya darah tinggi. Namun, perlu diingat juga bahwa mengkonsumsi segala sesuatunya tidak boleh berlebihan. Anda harus membatasi porsi makanan yang masuk ke dalam tubuh. Karena apapun jenis dagingnya, apabila dikonsumsi secara berlebihan maka akan beresiko meningkatkan tekanan darah yang disebabkan oleh penumpukan lemak.

Jadi bila anda ingin tetap mengkonsumsi daging kambing, sebaiknya hindari olahan daging kambing yang telah disebutkan diatas. Selain itu pastikan mengolah daging kambing secara baik dan benar dengan memperhatikan bahan-bahan tambahan di dalamnya. Selama anda bijak mengatur asupan daging, porsi dan cermat dalam memilih bagian daging yang akan diolah, konsumsi daging kambing tidak akan memicu terjadinya darah tinggi.