Benarah Rasionalisasi Adalah Awal Bagi Sekularisasi Dan Masyarakat Modern?

7

Sebuah prasyarat bagi transformasi rasional adalah pelemahan dan akhirnya pembongkaran lembaga dari otoritas keagamaan yang mapan. Kemudian menggantikan otoritas agama dan spekulasi tentang sifat Tuhan serta kehendak-Nya. Kebutuhan, kekuasaan dan kepentingan manusia menjadi landasan bagi seluruh nilai.

Akibatnya, kehidupan sosial ditransformasikan dengan menurut atau mengacu pada hal tersebut. Ini yang menyebabkan adanya sebuah gerakan menuju sebuah masyarakat yang menggantikan kekuasaan Tuhan oleh kekuasaan akal (John Scott, 2012). Pada sisi lain, konsep face to face yang dikemukakan oleh Erving Goffman sangat erat kaitannya dengan konsep rasionalisasi.

Di mana face to face adalah interaksi yang berlangsung berhadap-hadapan dan merangkum idenya dalam sebuah pembahasan tentang apa yang disebut “tatanan interaksi”. Ini adalah lingkup hubungan face to face yang mendasari kehidupan sosial sehari-hari. Pada bagian dunia kehidupan inilah bahwasanya diri dibangun dan ditampilkan pada orang lain (John Scott, 2012).

Oleh karenanya, antisipasi terhadap penolakan sosial ini memunculkan respons psikologi yang spesifik, baik internal maupun eksternal. Sehingga memperlihatkan kecemasan terhadap orang lain yang reaksinya dikhawatirkan berdampak buruk.

Hal ini ditegaskan oleh Pippa Noris dan Ronald Inglehart (2009) bahwa kami beranggapan bahwa rasa keterancamana fisik, sosial  dan personal merupakan faktor kunci yang mendorong religiusitas dan kami memperlihatkan bahwa proses sekularisasi.

Yakni suatu pengikisan sistematis dari praktik, nilai dan keyakinan keagamaan terjadi dengan paling jelas di kelompok-kelompok sosial yang paling makmur hidupnya dalam masyarakat-masyarakat pascaindustri yang kaya dan aman.

Sehingga dalam hal ini sekularisasi dipandang sebagai suatu kecenderungan, bukan suatu hukum besi. Adapun bukti yang paling menyakinkan tentang sekularisasi di negara-negara kaya terkait dengan nilai-nilai dan perilaku, yakni tes yang sangat penting adalah apa yang orang katakan penting bagi kehidupan mereka serta apa yang benar-benar mereka lakukan.

Dengan demikian terlihat jelas bahwa rasionalisasi yang diwujudkan dalam ilmu pengetahuan dan penerapan teknologi serta perluasan pendidikan berdampak pada konteks sosial yang lebih luas. Kemudian menyebar keseluruh lapisan sosial dan dengannya manusia kini diantar menuju sebuah era budaya baru, yakni yang disebut dengan masyarakat modern.