Beginilah Tanggapan Netizen Korsel Terhadap Ras Asia Tenggara

59

Sudah bukan rahasia umum lagi kalau netizen Korea Selatan terkenal akan keganasannya dalam setiap berkomentar dan kerap kali melakukan bullying terhadap yang lainnya.

Bahkan efek bullying yang terjadi di Korea Selatan acap kali berujung pada kasus bunuh diri. Kebayang kan, betapa pedasnya komentar mereka sampai-sampai nasib korban bullying berujung pada bunuh diri?

Beberapa waktu lalu pun kasus bullying yang dilakukan netizen Korsel kembali terjadi dan berujung pada rasisme. Seperti dilansir dari Pannchoa netizenbuzz, salah satu idol dunia yaitu Lisa Blackpink ikut menjadi sasaran keganasan netizen Korsel hanya karena Lisa berasal dari ras Asia Tenggara, Thailand.

Tak heran jika tagar #RespectLisa jadi trending di media sosial. Dan tak hanya Lisa, beberapa idol blasteran disana juga sebenarnya sudah seringkali mengalami rasisme.

Menurut mereka, ras Asia Tenggara hanyalah ras budak dan tak patut mereka hormati karena bagi mereka, derajat ras Asia Tenggara jauh berada di bawah level mereka. Terlebih banyak tenaga kerja disana yang dibayar dengan upah tak begitu tinggi di dominasi oleh orang-orang Asia Tenggara.

“ras Asia Tenggara itu kotor, berkulit hitam, menjijikan, bau, dan kerap melakukan operasi untuk memutihkan kulit.” begitulah salah satu bunyi komentar netizen Korsel di dunia maya.

Faktanya, setiap ras mempunyai standar kecantikan dan kualitas masing-masing. Kriteria setiap ras manusia pastinya berbeda-beda. Jika dimata orang Korsel ras Asia Tenggara itu buruk, tentu hal itu akan berbeda dengan pandangan orang ras kulit putih (bule) yang justru lebih welcome dari orang Korsel dan mengakui keindahan ras Asia Tenggara.

Dilansir dari berbagai pendapat netizen di dunia maya, Korsel sendiri sebetulnya perlu diberi perhatian karena kasus operasi plastik dan kasus bunuh diri yang sangat tinggi.

Banyak yang berpendapat jika faktor yang mendorong mereka kerap melakukan bully adalah karena mereka belum bisa mencintai diri mereka sendiri dan juga karena faktor iri/angkuh. Seperti yang terjadi pada Lisa yang mampu bersinar di negara mereka namun tetap jadi korban bullying.

Jika mereka merasa fisik mereka lebih sempurna dari ras lainnya, lalu untuk apa mereka merubahnya? Untuk apa mereka memperbesar mata sipit mereka hanya untuk memperoleh mata yang besar seperti ras Asia Tenggara atau bule?