Beginilah Cara Membuat Pengetisan Tirta

128

Dalam hindu, penggunaan tirta memang sangat lengkap bagi budayanya, salah satunya adalah budaya hindu di Bali. Tirta merupakan salah satu perangkat yang selalu ada dalam kegiatan upacara Hindu.

Tirta merupakan suatu benda yang sakral dan mampu menumbuhkan perasaan yang suci, dalam spritualnya, tirta dipandang sebagai air yang berbeda dari air biasanya. Sedangkan secara etimologi, tirta ini melewati proses spiritual yang membuatnya dapat berubah fungsi dari air biasa menjadi air yang suci.

Dalam agama Hindu, air dibagi menjadi dua jenis, yakni air yang digunakan untuk sarana pembersih fisik saja, dan yang kedua adalah air yang sudah melewati proses spiritual yang menjadi suci. Biasanya, dalam prosesi upacara Man Manusa Yadnya, tirta berperan sebagai pembuka dan penutup.

Pada kesempatan kali ini akan dibahas mengenai cara membuat pengetisan tirta.

Berdasarkan cara pembuatannya, tirta dibagi menjadi dua kategori, yakni sebagai berikut:

  • Tirta yang dimohonkan langsung oleh pemangku saat prosesi upakara berlangsung
  • Tirta yang dibuat oleh sulinggih melalui mantra dan doa

Perlu diingat bahwa tirta hanya dapat dibuat oleh Nak Lingsir ataupun Sulinggih. Bagi yang belum madwijati maka tidak diperbolehkan untuk membuat tirta karena tirta ini dibuat dengan mantra dan proses tersendiri. Jika kalian membutuhkan tirta untuk menggelar sebuah prosesi, biasanya kalian perlu meminta langsung kepada pemangku.

Biasanya, dalam membuat tirta, pemangku memberikan mantra dan tata cara memohon tirta yang benar. Meski tirta boleh dimohon oleh siapa saja. Namun, tetap harus ada aturannya, dimana si pemohon ini haruslah bersih lahir dan batin.

Dalam memohon tirta juga si pemohon harus berpakaian sopan sepatutnya sembahyang yang harus menghadap ke merajan atau sanggah jika memang memohon tirta dirumah. Kemudian kedua tangan di angkat sampai atas kepala dengan memegang satu wadah khusus air suci yang merupakan air bersih.

Dalam hindu, cara membuat tirta terdapat dua cara, yakni dengan cara dibuat atau dimohon. Untuk membuat tirta biasanya mengikuti langkah sebagai berikut:

  • Melakukan doa pemohonan tirta
  • Melakukan doa Ngastawa tirta

Untuk melakukan doa ngastawa tirta diperlukan cuci tangan, berkumur, sile pened, mantram carira, mantram asep, dan ngastawa tirta.

  • Melakukan astra mantra
  • Melakukan pengaksama/mengambil bunga
  • Melakukan apsudewa/mengambil bunga
  • Mengucapkan pancaaksara
  • Mengucapkan gangga sindhu
  • Mengucapkan mretyun jaya
  • Mengucapkan ayu wredhi
  • Dan mengucapkan nyoratang tirta ring raga sarira

Selain itu, dalam hindu untuk melakukan suatu upacara biasanya akan ada canang sari. Canang sari yakni kuantitas terkecil namun menjadi inti dalam sebuah prosesi. Canang sari biasanya dipakai untuk sembahyang sehari-hari. Canang sari mengandung makna sebagai simbol bahasa weda untuk memohon kepada Sang Hyang Widhi.

Demikian pembahasan mengenai cara membuat pengetisan tirta. Semoga artikel ini dapat membantu kita semua untuk memahami bagaimana cara membuat pengetisan tirta dengan benar. Semoga bermanfaat!