Begini Nasib Mahasiswa Bidikmisi yang Terlibat Melakukan Aksi Demonstrasi Di Kampus

23


Seringkali terjadi kegiatan aksi demonstrasi di berbagai kampus yang dilakukan oleh beberapa mahasiswa yang tidak setuju terhadap kebijakan-kebijakan rektornya.

Nah di sini apabila Mahasiswa Bidikmisi terlibat dalam kegiatan aksi demonstrasi tersebut akan dicabut beasiswa Bidikmisinya lantaran telah melanggar kontrak perjanjian penerimaan beasiswa Bidikmisi dengan kampus yang menyelenggarakan beasiswa Bidikmisi.

Himbauan untuk tidak terlibat dalam aksi demonstrasi selalu disampaikan oleh pihak pimpinan kampus setiap kali ada acara yang dilaksanakan oleh organisasi beasiswa Bidikmisi. Seperti di IAIN Madura, setiap kali ada acara di sela-sela sambutan Wakil Rektor 3 Dr. H. Muhammad Hasan, M.Ag selalu mengingatkan untuk tidak terlibat dalam aksi demonstrasi kampus. Selain dari pihak rektor juga diingatkan oleh senioritas organisasi penerima beasiswa Bidikmisi.

Beberapa hari kemarin salah satu penerima beasiswa Bidikmisi asal kampus IAIN Madura dicabut beasiswa Bidikmisi nya lantaran kerap melakukan aksi demonstrasi seperti yang dilansir oleh Media Jatim pada tanggal 06 Juli 2019 dengan judul berita, “Sampaikan Aspirasi Mahasiswa IAIN Madura Diskorsing hingga Dicabut Beasiswanya.”

Tidak hanya di kampus IAIN Madura yang mencabut beasiswa Bidikmisi bagi para demonstran yang berasal dari mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi juga terjadi di Universitas Negeri Makassar seperti yang dilansir oleh media PROFESI-UNM.COM pada tanggal 25 Januari 2019 dengan judul berita, “Pencabutan Bidikmisi Milik Dua Mahasiswa FIS UNM Tuai Kontroversi.”

Dari kejadian ini bisa dijadikan pelajaran kepada seluruh calon penerima beasiswa Bidikmisi atau penerima beasiswa Bidikmisi untuk tidak terlibat aksi demonstrasi di kampus masing-masing.

Perlu diketahui mendapatkan beasiswa Bidikmisi itu bukan hal yang mudah, harus bisa lulus tes seleksi yang sangat begitu ketat dan bersaing dengan ribuan calon penerima beasiswa Bidikmisi. Oleh karena itu, sangat disayangkan jika setelah lulus seleksi ketat para mahasiswa/i ini terlibat dengan aksi demonstrasi.

Setiap penerima beasiswa Bidikmisi mendapatkan uang senilai Rp 6,600,000 khususnya mulai angkatan 2017 dan sesudahnya setiap semester dan itu berlaku sampai selesai kuliah yaitu delapan semester. Dari 6,600,000 dirinci menjadi dua yaitu 2,400,000 sebagai UKT khususnya di IAIN Madura dan sisanya senilai Rp 4,200,000 masuk ke rekening penerima beasiswa Bidikmisi.