Begini Nasib Huawei Setelah Putus Kerjasama Dengan Google

32

Tepat pada seminggu yang lalu Google menyatakan bahwa mereka memutuskan kerjasama dengan Huawei. Pemutusan kerjasama tersebut bukan berawal dari tanpa sebab melainkan dari adanya dugaan tentang sistem “gelap” yang terdapat pada smartphone terkemuka di Tiongkok tersebut.

Lalu, bagaimana nasib Huawei setelah kerjasamanya dengan raksasa teknologi dunia berakhir? Untuk mengetahui lebih jelas tentang apa yang terjadi di antara Huawei dan Google, berikut adalah kronologi hingga nasib Huawei setelah putus kerjasama dengan Google.

Penyebab Putusnya Hubungan, Apa yang Sebenarnya Terjadi Antara Huawei dan Google?

Putusnya hubungan kerja sama Google dengan Huawei bukan dilandasi oleh tanpa sebab. Pasalnya, pemerintah Amerika Serikat sendiri memutuskan untuk hengkang dari kerjasama yang dibangun oleh perusahaan-perusahaan teknologi Amerika dan Huawei.

Diduga bahwa sistem keamanan Huawei yang longgar dapat membahayakan pengguna menjadi latar belakang pertimbangan Google. Hal tersebut juga dinilai melalaikan konsumen. Hal tersebut juga membuat Huawei terancam tidak dapat menggunakan sistem android dalam operasional smartphone mereka.

Surat Cinta Google untuk Huawei Setelah Pernyataan Trump

Tepat pada seminggu yang lalu, Trump menutup akses perusahaan besar teknologi Amerika terhadap Huawei. Bahkan Huawei dicantumkan dalam daftar hitam perdagangan Amerika Serikat. Seiring pemutusan hubungan kerjasama Google dan Huawei, Google melayangkan “surat cinta” terkhusus bagi konsumen Huawei.

Tulisan tersebut diposting di akun twitter milik Google sendiri yang berbunyi: “Kami pastikan bahwa pengguna Android yang terlanjur memilih ponsel Huawei tak akan terkena masalah. Mereka masih akan mendapatkan jasa Google Play dan Google Play Protect.”

Dalam cuitan tersebut, Google mengisyaratkan bahwa produksi ponsel Huawei selanjutnya tidak akan mendapatkan seluruh layanan yang ditawarkan oleh Google. Bahkan, seluruh akses Google sudah tidak dapat diperbaharui lagi pada ponsel Huawei.

Mampukah Huawei Bertahan Tanpa Google?

Sebenarnya, pemblokiran tersebut sudah diramal oleh Huawei jauh sebelum kejadian ini terjadi. Namun, Huawei tetap mampu berdiri di tengah goncangan yang diberikan oleh pihak Amerika Serikat. Mereka pun sebenarnya sudah lama berdiri tanpa bantuan Google.

Di Tiongkok, segala jenis aplikasi yang berasal dari Google sudah berangsur ditiadakan penggunaannya. Beberapa aplikasi pengganti pun telah mereka gunakan sejak lama seperti Baidu Maps dan WeChat.

Apa Rencana Huawei Kedepannya?

Berita pemblokiran Google terhadap Huawei memberikan efek buruk khususnya bagi Huawei. Meskipun demikian, Huawei tidak ingin berhenti memasarkan produk mereka yang dinilai sudah mampu mengalahkan petinggi-petinggi smartphone di dunia. Menurut Kepala Divisi Konsumen Huawei, Richard Yu, Ia mengatakan bahwa Huawei akan segera meluncurkan sistem operasi milik mereka sendiri.

Lebih lagi, Yu mengatakan bahwa OS pada smartphone Huawei akan diluncurkan pada tahun ini di China. Sementara untuk di luar China, OS milik Huawei tersebut akan diluncurkan pada awal hingga pertengahan tahun 2020. Selain itu, Huawei juga akan memperbarui dan mengencangkan sistem keamanan dan toko aplikasi yang sebelumnya sudah mereka miliki.

Setelah Google, Siapakah yang Melakukan Pemblokiran Terhadap Huawei Selanjutnya?

Pemblokiran Google terhadap Huawei memberikan dampak buruk hingga membuat petinggi teknologi lainnya membubarkan kerjasama dengan Huawei.

Beberapa perusahaan yang menggugurkan kerjasamanya setelah Google adalah Qualcomm, Intel, Panasonic, dan ARM. Pengguguran kerjasama tersebut diduga bukanlah untuk selamanya, melainkan berada dalam keadaan ditangguhkan.

Nah, itulah beberapa ulasan tentang gambaran nasib Huawei setelah putus kerjasama dengan Google. Huawei mengatakan bahwa mereka akan segera membuat resolusi terbaru dan terkemuka. Dengan adanya kejadian tersebut, Huawei memutuskan untuk terus berkarya dan mematok pasar baru meskipun tanpa dukungan perusahaan-perusahaan besar seperti sebelumnya.