Bawaslu Hentikan Kasus Ratna Sarumpaet, Ini Tanggapan Kubu Prabowo – Sandi

40

Sudah hampir satu bulan kasus dari penyebaran hoax atau berita bohong yang meresahkan masyarakat karena Ratna Sarumpaet sendiri diproses. Berita yang di sampaikan oleh Ratna Sarumpaet mengenai setiap luka dan lebam yang di nyatakan telah di kroyok oleh kubu pembela atau tim sukses, atau pendukung dari Calon presiden nomer urut 01 Jokowi dan Ma’aruf.

Perkembangan kasus ini bisa di bilang cepat, sebab banyak sekali upaya dari pihak kepolisian yang sudah berhasil menguak fakta demi fakta di dalamnya, termasuk alasan Ratna Sarumpaet menyebarkan berita hoax tersebut. Tidak lain adalah karena dirinya sedang menutupi operasi plastik ke anak-anaknya.

Dari kasus tersebut, kubu pemenangan pasangan calon (paslon) nomor urut 01 pun melaporkan hal ini kepada Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu), entah apa maksud dan sebabnya. Apakah ini di sebabkan karena Pihak Prabowo Subianto membuka konferensi pers terkait dari pengeroyokan Ratna Sarumpaet? Atau karena pelanggaran lainnya?

Kita mengetahui, beberapa nama telah di laporkan seperti nama dari Prabowo Subianto, Sandiaga Uno, dan beberapa tim pemenangan dari Prabowo-Sandi sendiri. Namun, sekarang Badan Pengawas Pemilu sendiri juga sudah mulai melepaskan dan menghentikan kasus dari Penyebaran Hoax Ratna Sarumpet. Kata seorang Anggota Bawaslu bernama Fritz Edward pada Kamis (25/10) menjelaskan bahwa dari setiap bukti dan pelajaran dari mereka, hal menyebarkan berita bohong atau hoax sendiri bukan dan tidak termasuk di dalam kampanye. Bagaimana bisa melanggar jika termasuk kegiatan saja tidak.

Fritz sendiri menyatakan bahwa apa yang di laporkan oleh beberapa golongan orang itu  tersebut juga tidak dapat di buktikan melanggar dalam Undang Undang nomor 8 tahun 2017 pasal 280 dan ayat pertama. Ia sendiri membuka pelaporan yang di ajukan dan kemudian Badan Pengawas Pemilu mencoba mempelajari kasus tersebut.

Fritz juga menuturkan bahwa pelanggaran yang tertulis di dalam pasal 280 ayat 1 ini sendiri itu jika ada kampanye yang sangat mengganggu ketertiban umum sendiri. Untuk status perhentian laporan yang satu ini sendiri tertulis dalam nomor laporan 02/LP/PP/00.00/X/2018, 0E/LP/PP/00.00/X/2018, 04/LP/PP/00.00/X/2018.

Ketiga dari laporan tersebut salah satunya adalah berasal dari Garda Nasional Rakyat yang memikirkan mengenai persebaran dan kabar dari aniaya yang merupakan juga itu adalah hoax diduga sebagai kampanye hitam. Tidak hanya GNR yang melaporkan, tim hukum TKN Jokowi – Ma’aruf juga melaporkan atas beberapa dugaam pelanggaran komitmen kampanye damai.

Mengenai penghentian yang dianggap Bawaslu bukan merupakan salah satu upaya kampanye ini sangat diapresiasi tim Prabowo Sandiaga Uno. Sekretaris dari Direktorat Advokasi Badan Pemenangannya yang bernama Habiburokhman sendiri mengatakan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi putusan dari badan pengawas Pemilu sendiri. Dirinya juga menyatakan bahwa, dari awal mereka tidak sama sekali melihat unsur untuk pelanggaran kampanye yang di lakukan kubunya. Mereka menyampaikan bahwa setiap hal pembelaan dan konferensi pers sendiri menyampaikan karena mereka juga menjadi salah satu dari korban kebohongan tersebut.

Fritz yang merupakan bagian anggota dari badan pengawas pemilu sendiri ketika melakukan pengujian bukan hanya pengujian biasa, namun Fritz telah memanggil orang dan memeriksa setiap pelapor yang melaporkan kubu pemenangan nomor 02 Prabowo Sandi, para saksi yang dianggap ada di dalamnya, dan juga para ahli yang berasal dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), ini adalah alasan untuk Fritz dan seluruh pihaknya menutup dan dihentikannya.