Banjir Dan Tanah Longsor Melanda Sulawesi Selatan

33

Sulawesi Selatan kini sedang dihadapi Banjir dan Tanah Longsor. Banjir yang terjadi di Sulawesi Selatan ini melanda Kota Makassar dan enam Kabupaten lainnya di Sulawesi Selatan. Akibatnya, 9 (Sembilan) orang meninggal dunia dan 7 (tujuh) orang lainnya dinyatakan hilang.

Sampai saat ini, korban banjir yang telah di evakuasi sekitar 3321 jiwa, dan seorang diantaranya sedang dalam keadaan sakit.

Devo Khadaffi selaku Kabag Humas dan Protokol Pemrov Sulawesi Selatan mengungkapkan bahwa pada hari Rabu, 23 Januari 2019 informasi yang didapat mengenai koban jiwa yakni sebanyak 9 (Sembilan) orang, dimana 7 (tujuh) orang berasal dari Kabupaten Gowa dan 3 (tiga) orang lainnya berasal dari Kabupaten Jeneponto.

Sementara itu, 7 (tujuh) orang yang hilang ini terdiri dari 3 (tiga) orang yang berasal dari Kabupaten Gowa, 3 (tiga) orang dari Kabupaten Jeneponto, dan 1 (satu) orang lagi berasal dari Kabupaten Pangkep.

Devo Khadaffi mendapat kabar bahwa data sementara korban pengungsi bencana banjir dan longsor yang melanda Sulawesi Selatan pada saat ini sekitar 3.321 orang pengungsi. Dimana data lainnya terdapat 1.423 rumah warga yang terendam banjir, 32 rumah warga yang hanyut, 4 tempat ibadah yang terendam bajir, 1 fasilitas pemerintah yang terendam, 2 pasar tradisional, 7 jembatan yang rusak.

Banjir juga tergenang di 4.750 meter jalan dimana terdapat 6 sekolah dan 8.629 ha sawah warga yang juga ikut terendam banjir.

Selain banjir, Sulawesi Selatan juga dilanda dengan tanah longsor, dimana ada 5 rumah yang tertimbun longsor di dua lokasi Kabupaten Gowa, yakni di Kelurahan Sapaya, Kecamatan Bungaya, dan di Kecapatan Tinggi Moncong.

Saat ini, pemerintah daerah bersama dengan tim BPBD seperti kepolisian dan TNI sedang berusaha menangani bencana longsor yang terjadi di Kabupaten Gowa.

Menurut Devo Khadaffi, bencana Banjir dan tanah longsor kali ini adalah bencana terparah yang terjadi di wilayah Kabupaten Sulawesi Selatan, sementara di Kota Makkasar hanya terdapat 300 rumah yang terendam banjir dimana jumlah penduduknya 1.000 jiwa yang sudah diungsikan.

Banjir yang melanda kota Makassar dan enam kabupaten lainnya di Sulawesi Selatan ini terjadi sejak Selasa, 22 Januari 2019 kemarin. Hingga kini air genangan banjir masih menggenangi daerah tersebut. Bahkan jalan akses trans Sulawesi Selatan menjadi lumpuh akibat banjir dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter tersebut.

Sementara itu, sejumlah pemukiman warga yang tergenang banjir mencapai 2 meter. Dan untuk wilayah Makassar, banjir merendam beberapa Kecamatan seperti Kecapatan manggala, Kecamatan Tamanrea, Kecamatan Borongkanaya dan kecamatan Panakukang.

Hingga kini tim SAR gabungan, BPBD, Aparat kepolisian dan TNI sudah dikerahkan untuk membantu para korban bencana. Warga diungsikan ke tenda pengungsian dan sebagian diungsikan ke masjid. Petugas juga sudah menyiapkan dapur umum untuk para korban banjir.

Hingga kini air genangan banjir belum juga surut akibat intensitas curah hujan yang tinggi. Sementara itu, bendungan bili-bili juga kini berstatus siaga. Kemudian beberapa pintu air dibuka karena banjir sudah melampaui batas elevasi normal.