Bagaimana Arti Hari Pahlawan di Zaman Millenial Ini? Begini Cara Memaknainya

94

Apa yang tersirat di pikiran Anda ketika mendengar kata “pahlawan”? Ya, siapapun itu pasti akan menarik kesimpulan bahwa pahlawan adalah seseorang yang rela mengorbankan apapun dalam sebuah perjuangan. Sejarah hari pahlawan di Indonesia berawal dari seorang tokoh pejuang di Surabaya yaitu Bung Tomo.

Bung Tomo merupakan sosok pemuda yang gagah perkasa. Ia dan ratusan bangsa Indonesia lainnya berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia di Surabaya pada tanggal 10 November 1945 setelah Belanda kembali menyerang dan berusaha merampas kemerdekaan Indonesia. Dalam keadaan tersebut, Belanda dipelopori oleh Inggris untuk menyerang Indonesia. Banyaknya pejuang yang gugur di medan perang kala itu demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia, semenjak itulah tanggal 10 November ditetapkan sebagai salah satu Hari Besar Nasional yaitu Hari Pahlawan.

Jika pada masa penjajahan dan pasca kemerdekaan rakyat Indonesia berjuang menggunakan senjata, hal tersebut tentu saja berbeda dengan perjuangan yang dilakukan setelah masa kemerdekaan. Seiring berkembangnya zaman membuat segalanya berubah. Hal krusial yang harus dilakukan dalam memaknai hari pahlawan adalah dengan memberantas kebodohan dan terus melakukan inovasi dalam berbagai bidang terutama dalam bidang pendidikan Indonesia.

Gebrakan Berarti Memaknai Arti Pahlawan di Zaman Milenial

Kemajuan zaman hendaknya membuat perubahan yang signifikan dalam bidang pendidikan dengan memanfaatkan segala aspek yang terdapat di dalamnya. Misalnya saja membuat space pergerakan pendidikan dengan memanfaatkan link terkait, membuat gebrakan dengan membuka ribuan lapangan pekerjaan, dan lainnya.

Beberapa gebrakan tersebut dapat dilihat dari pemanfaatan kemajuan di bidang teknologi dengan terciptanya beberapa aplikasi yang dianggap mampu menggebrak perekonomian Indonesia semakin membaik. Dengan adanya gebrakan tersebut diharapkan mampu menunjang pendidikan di Indonesia dimana sampai saat ini masih dikategorikan sebagai “barang mahal”.

Perjuangan bangsa Indonesia dalam memaknai hari pahlawan sepatutnya harus diacungi jempol meskipun tidak seutuhnya aspek-aspek kebangsaan dapat terpenuhi secara maksimal.

Pahlawan Millenial

Sedikit contoh dapat diambil dari keberhasilan beberapa aplikasi asli Indonesia yang mampu menggemparkan dunia. Seperti yang telah dibahas di atas, keberhasilan beberapa perusahaan tersebut didapat dari jiwa yang tangguh dan penuh dengan kreativitas sehingga mampu melahirkan inovasi tanpa batas.

Gojek, Bukalapak, Tokopedia, dan Traveloka berhasil membuktikan bahwa mereka berhasil memaknai perjuangan para pahlawan melalui gebrakan yang mereka lakukan. Keempat perusahaan besar asli Indonesia ini tumbuh menjadi perusahaan yang kaya inovasi dengan tujuan mulia nan sederhana namun tetap kaya akan makna. Mereka berhasil melakukan ekspansi dengan menggandeng perusahaan di Amerika, Korea, China, dan Singapura.

Empat Benteng Pertahanan di Era Milenial

Melihat beberapa kemajuan yang dilakukan oleh perusahaan di atas, masyarakat Indonesia lainnya pun tetap dapat memaknai bagaimana hari pahlawan itu semestinya. Jika bagi pelajar di era milenial, lakukan perubahan dalam bidang pendidikan dengan memanfaatkan teknologi seperti membuat kreativitas di bidang pendidikan layaknya animasi pendidikan, tutorial pengerjaan test, atau kegiatan mendidik lainnya.

Sebaiknya tidak menjadikan kecanggihan teknologi sebagai alasan dalam bermalas-malasan untuk berkarya. Hal tersebut dilandasi oleh empat sikap yang harus ada di tengah arus digital pada zaman milenial yaitu kritis, kreatif, kolaboratif, dan keamanan.