Badai Topan Hagibis Serang Jepang, Ini Dampaknya

23
topan hagibis

Tagar #prayforjapan pagi ini menjadi lima trending topik teratas di sosial media Twitter. Warganet ramai-ramai membuat tagar tersebut karena Jepang sedang diterpa badai topan.

Jumat malam (11/10/19) Meteorological Agency mengeluarkan pernyataan bahwa Jepang saat ini tertimpa badai Topan Hagibis. Badai Topan Hagibis sudah memasuki wilayah Tokai dan Kanto. Anginnya sendiri pun kini sudah bergerakke arah utara melalui Tohoku.

Angin topan tersebut dianggap setara dengan badai kategori 4 pada skala 5, dilaporkan membawa angin kencang dan hujan lebat yang merata di negeri Bunga Sakura tersebut.

Menurut Yasushi Kajigara, selaku Meteorological Agency, Topan Hagibis dapat memicu rekor curah hujan yang sangat lebat dan setara dengan topan mematikan di tahun 1958. Sehingga nantinya dapat mengakibatkan tanah longsor di Kanto dan membanjiri sungai Sungai Kano di Prefektur Shizuoka, hingga banyak memakan korban yang berjatuhan. Sekitar 888 orang tewas dan 381 orang lainnya hilang, akibat topan tersebut.

Beberapa gangguan juga akan terjadi nantinya, seperti gangguan transportasi besar yang diprediksi akan terjadi sampai akhir pekan ini. East Japan Railway Co, mengumumkan kepada calon penumpangnya bahwa mereka akan menangguhkan banyak perjalanan pengguna kereta mulai Sabtu ini.

Sementara ini beberapa jalur kereta di Jepang ditutup. Adapun jalur-jalur perjalanan yang ditutup diantaranya Shonan-Shinjuku, Chuo, Yamanote, Saikyo, dan Keihin Tohoku.

Sementara, Central Japan Railway Co, mengatakan akan membatalkan semua layanan shinkansen antara Tokyo dan Nagoya sepanjang Sabtu. Berbeda dengan East Japan Railway Co dan Central Japan Railway Co, West Japan Railway Co merencanakan akan melakukan penangguhan antara Shin-Osaka dan stasiun Okayama mulai Sabtu sore.

Pasar swalayan waralaba Ito Yokado berencana akan menutup 124 geraidi Tokyo, Kanogawa, Chiba, Saitama, Gifu, Ibaraki, Shizuoka, dan prefektur aici sepanjang sabtu ini.

Selain stasiun dan pasar swalayan yang rencananya akan ditutup, beberapa toko dan taman bermain juga akan melakukan hal yang sama untuk menutup toko-toko mereka. Pilihan menutup toko dan lainnya adalah salah satu upaya untuk menghindari badai topan hagibis ini.

Direktur Japan Bosai Society (pencegahan bencana), Shigeo Kannaka, berpesan kepada masyarakat Jepang untuk selalu berhati-hati terhadap pemadaman listrik dan air yang terjadi tiba-tiba akibat badai topan hagibis ini. Ia juga menghimbau kepada masyarakatnya untuk mengisi penampungan air, bak mandi, ceret, dan ember untuk keperluan mereka selama pemadaman air. Kemudian mereka juga menyankan untuk menyediakan lampu senter, radio portabel, dan lentera jika terjadi pemadaman listrik tiba-tiba.

Selain himbaun di atas, beberapa warga juga melapisi atap rumah mereka yang rusak dengan lembaran plastik biru dan menahannya dengan sekarung pasir. Wah kalau dilihat-lihat badai topan hagibis sangat membahayakan untuk masyarakat Jepang. Kita doakan semoga keadaan di Jepang lekas membaik.