Ayo Budayakan Saring Sebelum Sharing!

11

Fenomena hoax sudah semakin tidak terkendali. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa terserang ‘virus bohong’ yang sudah merambah bak  penyakit menular tersebut.

Hoax merupakan kabar bohong yang menjarah setiap lini kehidupan masyarakat hari ini. Terlebih lagi, fenomena ini sangat mudah tersebar ‘melenggang bebas’ di dunia cyber terlebih lagi jejaring sosial dengan motif yang berbeda-beda. Mulai dari menghasut, memperkeruh suatu masalah, membuat-buat cerita dan lain sebagainya. Penggunaan media sosial menjadi alat strategis untuk menyebarkan hoax.

Bentuk dari hoax ini sangat beragam. Ada yang berbentuk redaksi bak berita/news update, kisah/pengalaman, meme/konten bergambar, bahkan video. Semua ini bisa tersebar melalui Youtube, Facebook, Instagram, Twitter, Whatsapp dan aplikasi-aplikasi sosial media lainnya.

Menjamurnya hoax di tengah-tengah masyarakat merupakan hal yang sangat tidak baik dan harus diputus rantai penyebarannya. Karena, dapat memicu perselisihan, pertengkaran bahkan aksi saling bunuh dalam jangka panjang akan mengancam stabilitas negara. Untuk itu, penting bagi masyarakat hari ini untuk berhati-hati dalam menerima pesan atau kabar yang tidak diketahui pasti sumbernya.

Saat sebuah kabar/ peristiwa mulai mengeruak dan menjadi trending topik di tengah-tengah masyarakat, biasanya keadaan seperti ini sering dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan hoax.

Oleh sebab itu, membudayakan saring sebelum sharing adalah langkah aplikatif yang paling ampuh untuk meredam penyebaran berita hoaks. Biasakanlah diri sendiri untuk mencari tahu setiap informasi yang diterima, apakah berita yang diterima adalah benar adanya atau cuma sekedar kabar bohong yang tidak jelas dari mana asalnya.

Saat mengetahui bahwa berita tersebut adalah bohong, sekali-kali jangan pernah berusaha untuk menyebarkannya. Namun, sekiranya ingin juga untuk memposting atau men-sharing berita tersebut, bubuhkanlah pernyataan di akhir kalimat bahwa berita tersebut merupakan hoax. Agar ketika orang lain menerima hal yang sama, ia akan tahu bahwa informasi tersebut adalah hoax.

Mari budayakan diri kita untuk check and re-check terhadap setiap apa saja informasi yang kita terima. Dan budayakanlah menyebarkan berita yang akurat dan jelas informasinya, bukan berita yang tak jelas ujung pangkalnya. Ayo jadi agent kebaikan dengan hanya menyebarkan berita yang baik dan jelas asal usulnya.